1TULAH.COM-Gen Z sering dijuluki sebagai digital natives. Sejak ayunan bayi, mereka sudah akrab dengan smartphone, algoritma Google, hingga kecerdasan buatan (AI). Secara logika, akses informasi yang tanpa batas seharusnya membuat generasi ini jauh lebih pintar dibandingkan generasi sebelumnya, Milenial atau Gen X.
Namun, sebuah ironi muncul. Data terbaru justru menunjukkan adanya tren penurunan kualitas kognitif pada Generasi Z. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: Apakah teknologi yang seharusnya mencerdaskan justru menjadi bumerang bagi otak manusia?
Penurunan Kognitif: Fakta atau Sekadar Mitos?
Melansir riset yang dibagikan akun @pitravelers_idn, sejumlah ahli saraf di Amerika Serikat menemukan indikasi penurunan kemampuan kognitif pada Gen Z. Penurunan ini mencakup aspek-aspek fundamental seperti:
-
Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving): Kesulitan menganalisis masalah yang kompleks.
-
Literasi dan Numerasi: Penurunan minat baca mendalam dan kemampuan berhitung manual.
-
Fokus Spasial: Rentang perhatian (attention span) yang semakin pendek.
Sekolah Lebih Lama, Tapi Kemampuan Menurun?
Secara statistik, Gen Z menghabiskan waktu lebih banyak di institusi pendidikan dan mengikuti berbagai kursus online. Namun, banyak siswa kini terjebak pada fenomena “tahu apa, tapi tidak tahu kenapa.” Mereka cepat menemukan jawaban di internet, tetapi gagap saat diminta menjelaskan proses di baliknya.
Titik Balik 2010: Saat Layar Menggantikan Buku
Peneliti mencatat bahwa penurunan kemampuan kognitif mulai terlihat masif sejak tahun 2010. Ini adalah era di mana:
-
Smartphone mulai meledak di pasaran.
-
Tablet masuk ke ruang-ruang kelas sebagai alat belajar utama.
-
Metode belajar tradisional (menulis tangan dan membaca buku fisik) mulai ditinggalkan.
Fenomena “Otak Dangkal”
Ahli saraf Jared Cooney Horvath menjelaskan bahwa paparan layar yang konstan mengubah cara otak memproses informasi. Jika dulu kita membaca secara linear (paragraf demi paragraf), kini kita cenderung melakukan scrolling dan skimming.
“Otak manusia mulai terbiasa dengan pemindaian cepat, bukan pemahaman mendalam. Akibatnya, kita menjadi mudah terdistraksi dan sulit melakukan deep thinking.”
EdTech: Solusi Masa Depan atau Musuh Tersembunyi?
Education Technology (EdTech) awalnya diciptakan untuk mempermudah akses pendidikan. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan justru menciptakan ketergantungan kognitif:
-
Kalkulator: Memangkas insting berhitung manual.
-
Autocorrect: Melemahkan kemampuan mengeja dan tata bahasa.
-
Google & AI: Membuat orang jarang “memaksa” otak untuk mengingat atau berpikir orisinil.
Analogi sederhananya, otak adalah otot. Jika terus-menerus dimanjakan oleh sistem instan, otot tersebut akan mengecil dan melemah (atrophy).
Masalah Global di Lebih dari 80 Negara
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Amerika Serikat. Lebih dari 80 negara yang mengadopsi digitalisasi kurikulum secara masif menunjukkan gejala serupa. Ini membuktikan bahwa masalahnya bukan pada individu Gen Z, melainkan pada sistem pendidikan global yang terlalu mendewakan teknologi tanpa mempertimbangkan aspek biologis otak.
Perbandingan Kecerdasan: Gen Z vs Milenial
Bukan Lebih Bodoh, Tapi Pola Pikir Berubah
Jadi, apakah Gen Z benar-benar kalah cerdas? Jawabannya: Tidak juga. Gen Z sangat unggul dalam hal kreativitas digital, efisiensi informasi, dan adaptivitas. Namun, mereka menghadapi tantangan besar dalam hal fokus dan analisis mendalam.
Dunia pendidikan harus segera sadar bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu (tools), bukan pengganti proses berpikir. Masa depan pendidikan yang sukses bukan ditentukan oleh seberapa canggih layarnya, melainkan seberapa tajam otak penggunanya. (Sumber:Suara.com)





![Willy Dozan mengaku tak bisa lagi melakukan adegan ekstrem dalam film. Penyebabnya karena dia mengalami pengapuran di kaki. [Rena Pangesti/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/willy-dozan-360x200.jpg)




![Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/prabowo-opisisi-225x129.jpg)










