1TULAH.COM-Dinamika kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya.
Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (19/1/2026).
Presiden diketahui telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI untuk segera memproses pergantian tersebut.
Alasan Pengunduran Diri Juda Agung
Pengunduran diri Juda Agung tergolong mengejutkan mengingat masa jabatannya baru akan berakhir pada tahun 2027. Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Juda memiliki rekam jejak mentereng, termasuk pengalaman sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF).
“Berkenaan dengan Deputi Gubernur BI, ini bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur BI, Juda Agung,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media.
Meskipun alasan spesifik pengunduran diri tersebut belum dibuka secara detail ke publik, transisi ini dipastikan akan memicu perhatian pelaku pasar terkait arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral ke depan.
Profil Thomas Djiwandono: Dari Kemenkeu ke BI?
Thomas Djiwandono bukanlah orang baru di lingkaran kebijakan ekonomi nasional. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Sebagai keponakan Presiden Prabowo, sosoknya dinilai memiliki kedekatan visi dengan pemerintah dalam menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter.
Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Thomas menjadi kandidat utama yang disodorkan pemerintah.
“Ada beberapa nama dan yang diusulkan Thomas (Djiwandono),” tutur Prasetyo.
Rekam Jejak Thomas Djiwandono:
-
Posisi Saat Ini: Wakil Menteri Keuangan RI.
-
Latar Belakang: Ahli keuangan dan ekonomi yang lama berkecimpung di manajerial strategis.
-
Peran Utama: Menjadi jembatan antara tim transisi ekonomi Prabowo-Gibran dengan Kementerian Keuangan selama masa peralihan pemerintahan.
Mekanisme Seleksi di DPR RI
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, usulan nama dari Presiden tidak langsung disahkan. Thomas Djiwandono harus melewati serangkaian proses di parlemen, yaitu:
-
Pembahasan di Komisi XI: DPR akan menerima Surpres dan menugaskan Komisi XI untuk menindaklanjuti.
-
Fit and Proper Test: Uji kelayakan dan kepatutan untuk menguji visi, misi, serta profesionalisme kandidat.
-
Sidang Paripurna: Pengesahan hasil seleksi sebelum akhirnya dilantik secara resmi.
Kini, bola panas berada di tangan DPR RI. Publik menantikan sejauh mana Thomas mampu membuktikan kapasitasnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan mempertahankan independensi BI di tengah tantangan ekonomi global.
Transisi kepemimpinan di Bank Indonesia ini menjadi krusial. Kehadiran sosok yang memahami seluk-beluk fiskal seperti Thomas Djiwandono di kursi Deputi Gubernur BI diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan pembangunan ekonomi nasional, meski tantangan mengenai persepsi independensi institusi tetap menjadi sorotan utama. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


















