1TULAH.COM-Di tengah gejolak ketidakpastian global yang dipicu oleh perlambatan ekonomi dunia dan tensi geopolitik yang memanas, Indonesia menunjukkan taji sebagai negara yang resilien.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih stabil dibandingkan negara raksasa seperti Amerika Serikat (AS), China, hingga Jepang.
Berdasarkan data Bloomberg, Airlangga menyebutkan bahwa risiko resesi Indonesia relatif rendah. Hal ini didukung oleh catatan pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di angka 5% selama tujuh tahun terakhir.
Indikator Stabilitas Makro Ekonomi yang Solid
Ketahanan ekonomi Indonesia bukan sekadar klaim. Airlangga memaparkan sejumlah data pendukung yang mencerminkan kesehatan finansial negara per Januari 2026:
-
Inflasi Terkendali: Pada Desember 2025, inflasi terjaga di level 2,92%.
-
Aktivitas Sektor Riil: Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di angka 51,2 (ekspansif) dan Indeks Kepercayaan Konsumen naik ke level 123,5.
-
Cadangan Devisa: Posisi eksternal sangat kuat dengan cadangan devisa mencapai USD 156,1 miliar.
-
Pasar Keuangan: Indeks saham terus mencetak rekor baru dengan nilai tukar Rupiah yang cenderung stabil.
Stimulus Rp110,7 Triliun dan Target Pertumbuhan 2026
Pemerintah tidak tinggal diam dalam menjaga momentum ini. Untuk tahun 2026, Indonesia membidik target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Guna mencapai angka tersebut, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp110,7 triliun.
Dana tersebut dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung delapan program prioritas nasional. Fokus utama pemerintah meliputi:
-
Ketahanan Pangan & Energi: Menjamin ketersediaan pasokan di tengah disrupsi global.
-
Pemberdayaan UMKM: Menciptakan jutaan lapangan kerja baru setiap tahun.
-
Pengembangan SDM: Melalui program magang lulusan baru (fresh graduate) dan pelatihan tenaga kerja.
Digitalisasi dan Perbaikan Iklim Investasi
Selain sektor fisik, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi digital melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement. Salah satu langkah nyatanya adalah perluasan sistem pembayaran QRIS secara regional dan internasional untuk memperkuat inklusi keuangan.
Dari sisi regulasi, penyederhanaan birokrasi terus digenjot guna mempercepat pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN). Sektor padat karya seperti tekstil, elektronik, dan manufaktur berorientasi ekspor tetap menjadi prioritas utama untuk melindungi tenaga kerja lokal.
“Menghadapi periode mendatang, kita harus optimis. Ada banyak berita baik, dan lembaga internasional seperti IMF pun optimis terhadap ekonomi Indonesia,” pungkas Airlangga.
Analisis Ringkas Ekonomi Indonesia (Januari 2026)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


















