Bandingkan dengan Negara Raksasa, Airlangga Hartarto Sebut Ekonomi RI Tetap Solid

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]

1TULAH.COM-Di tengah gejolak ketidakpastian global yang dipicu oleh perlambatan ekonomi dunia dan tensi geopolitik yang memanas, Indonesia menunjukkan taji sebagai negara yang resilien.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini berada dalam posisi yang jauh lebih stabil dibandingkan negara raksasa seperti Amerika Serikat (AS), China, hingga Jepang.

Berdasarkan data Bloomberg, Airlangga menyebutkan bahwa risiko resesi Indonesia relatif rendah. Hal ini didukung oleh catatan pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di angka 5% selama tujuh tahun terakhir.

Indikator Stabilitas Makro Ekonomi yang Solid

Ketahanan ekonomi Indonesia bukan sekadar klaim. Airlangga memaparkan sejumlah data pendukung yang mencerminkan kesehatan finansial negara per Januari 2026:

  • Inflasi Terkendali: Pada Desember 2025, inflasi terjaga di level 2,92%.

  • Aktivitas Sektor Riil: Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di angka 51,2 (ekspansif) dan Indeks Kepercayaan Konsumen naik ke level 123,5.

  • Cadangan Devisa: Posisi eksternal sangat kuat dengan cadangan devisa mencapai USD 156,1 miliar.

  • Pasar Keuangan: Indeks saham terus mencetak rekor baru dengan nilai tukar Rupiah yang cenderung stabil.

Baca Juga :  Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Stimulus Rp110,7 Triliun dan Target Pertumbuhan 2026

Pemerintah tidak tinggal diam dalam menjaga momentum ini. Untuk tahun 2026, Indonesia membidik target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Guna mencapai angka tersebut, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp110,7 triliun.

Dana tersebut dialokasikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung delapan program prioritas nasional. Fokus utama pemerintah meliputi:

  1. Ketahanan Pangan & Energi: Menjamin ketersediaan pasokan di tengah disrupsi global.

  2. Pemberdayaan UMKM: Menciptakan jutaan lapangan kerja baru setiap tahun.

  3. Pengembangan SDM: Melalui program magang lulusan baru (fresh graduate) dan pelatihan tenaga kerja.

Baca Juga :  Respons Aksi "Reformasi Militer", DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Digitalisasi dan Perbaikan Iklim Investasi

Selain sektor fisik, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi digital melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement. Salah satu langkah nyatanya adalah perluasan sistem pembayaran QRIS secara regional dan internasional untuk memperkuat inklusi keuangan.

Dari sisi regulasi, penyederhanaan birokrasi terus digenjot guna mempercepat pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN). Sektor padat karya seperti tekstil, elektronik, dan manufaktur berorientasi ekspor tetap menjadi prioritas utama untuk melindungi tenaga kerja lokal.

“Menghadapi periode mendatang, kita harus optimis. Ada banyak berita baik, dan lembaga internasional seperti IMF pun optimis terhadap ekonomi Indonesia,” pungkas Airlangga.

Analisis Ringkas Ekonomi Indonesia (Januari 2026)

Indikator Ekonomi Capaian / Posisi
Target Pertumbuhan 2026 5,4%
Inflasi (Des 2025) 2,92%
Cadangan Devisa USD 156,1 Miliar
Paket Stimulus 2025 Rp110,7 Triliun
PMI Manufaktur 51,2 (Ekspansif)

 

Berita Terkait

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook
GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB