Data Impor Beras 2018-2024 Hanya 3,85%, Pengamat: Indonesia Sebenarnya Sudah Swasembada

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (keempat kanan), Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/foc]

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (keempat kanan), Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/foc]

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia berencana menggelar panen raya yang akan dibarengi dengan pengumuman resmi mengenai swasembada pangan. Namun, langkah ini justru memicu polemik di kalangan pakar.

Rencana tersebut dipertanyakan oleh pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, yang menilai bahwa swasembada bukanlah hal baru yang patut dirayakan secara berlebihan.

Masalah Definisi Swasembada yang Belum Jelas

Kritik utama yang dilontarkan Khudori adalah mengenai ketidakjelasan definisi “swasembada” yang digunakan oleh pemerintah. Menurutnya, tanpa makna yang tegas, publik akan kesulitan menilai validitas dari klaim tersebut.

Ada dua poin besar yang dipertanyakan terkait indikator swasembada:

  1. Pemenuhan Ambang Batas: Apakah swasembada dimaknai sebagai kemampuan memenuhi 90 persen kebutuhan dalam negeri dari produksi domestik?

  2. Ketiadaan Impor: Ataukah pemerintah mendefinisikannya sebagai kondisi di mana Indonesia benar-benar nol impor?

“Tanpa kejelasan maksud swasembada pangan dan definisi swasembada akan sulit bagi publik untuk menilai capaian,” ujar Khudori dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2025).

Data Impor Beras 2018–2024: Indonesia Sejatinya Sudah Swasembada?

Berdasarkan analisis Khudori terhadap data historis, Indonesia sebenarnya sudah berada di posisi swasembada beras dalam waktu yang cukup lama. Hal ini merujuk pada perbandingan antara angka impor dan total konsumsi nasional.

Baca Juga :  Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Berikut adalah ringkasan data impor beras yang dipaparkan:

Periode Rata-Rata Porsi Impor terhadap Konsumsi Status Berdasarkan Kriteria Umum
2018 – 2024 3,85% Swasembada
Tahun 2024 (Puncak Impor) 15,03% Melewati Batas Aman
Tahun Lainnya Di bawah 10% Swasembada

Berita Terkait

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook
GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB