1TULAH.COM-Juru Bicara Daerah Pemilihan (Dapil) V DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Noor Fazariah Kamayanti, memaparkan sejumlah poin krusial hasil serap aspirasi masyarakat di Balai Desa Saka Batur, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.
Dalam reses tersebut, masyarakat yang mencakup wilayah Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau menyampaikan berbagai usulan prioritas yang menyentuh sektor pertanian, infrastruktur, hingga pemberdayaan perempuan.
Fokus Pertanian: Modernisasi Alat dan Bibit Sayuran
Sektor pertanian menjadi fokus utama warga Desa Saka Batur. Noor Fazariah mengungkapkan bahwa kelompok tani setempat sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana (sarpras) untuk menunjang produktivitas lahan mereka.
“Masyarakat mengajukan usulan bantuan alat kultivator untuk olah tanah, khususnya dalam kegiatan penanaman sayuran.
Selain itu, warga juga mengharapkan adanya pemberian bibit sayuran seperti kacang panjang, lombok (cabai), dan jenis sayuran lainnya,” ujar Noor Fazariah pada Rabu (7/1/2026).
Pemberian bantuan ini dinilai vital agar pertanian rakyat tidak lagi dikelola secara tradisional, melainkan mulai beralih ke mekanisasi yang lebih efisien.
Peningkatan Infrastruktur: Pengaspalan Jalan Poros Desa
Selain pertanian, aksesibilitas menjadi keluhan yang nyata di lapangan. Warga mengusulkan agar pemerintah daerah segera melakukan peningkatan infrastruktur jalan poros desa.
Saat ini, kondisi jalan dari wilayah RT. 02 sampai dengan RT. 07 masih berupa permukaan batu. Masyarakat berharap permukaan jalan tersebut dapat ditingkatkan menjadi aspal.
“Perbaikan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses mobilitas warga dan memperlancar pengangkutan hasil pertanian menuju pasar. Infrastruktur yang baik adalah kunci pertumbuhan ekonomi desa,” tambahnya.
Pemberdayaan Posyandu dan Kelompok Perempuan
Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, perhatian khusus diberikan kepada ibu-ibu kelompok Posyandu. Mereka mengusulkan adanya kegiatan pelatihan dan pembinaan keterampilan secara rutin.
Tujuan dari usulan ini adalah untuk:
-
Menggiatkan kembali aktivitas anggota Posyandu.
-
Meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan.
-
Mendorong kemandirian ekonomi kelompok perempuan di tingkat desa.
Kendala Kartu Tani: Petani Sulit Dapatkan Pupuk
Salah satu masalah mendesak yang ditemukan di lapangan adalah tidak aktifnya Kartu Tani. Noor Fazariah mencatat banyak anggota kelompok tani yang mengeluh karena tidak bisa menerima bantuan pupuk bersubsidi akibat kendala administrasi ini.
“Kelompok tani mengajukan permasalahan terkait kartu tani yang tidak aktif. Hal ini sangat merugikan karena mereka jadi terhambat dalam mendapatkan bantuan pupuk dari pemerintah,” tegasnya.
Penutup dan Harapan
Sebagai wakil rakyat dari Dapil V (Kapuas dan Pulang Pisau), Noor Fazariah Kamayanti berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini agar dapat masuk dalam agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Sinergi antara bantuan alat tani, infrastruktur jalan, dan pembinaan kesehatan diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Saka Batur. (Ingkit)























