Krisis Logistik Mencekam (914 Jiwa Tewas), UEA Siap Bantu Tapi Menunggu Sinyal Jakarta

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga melintas di dekat puing-puing yang terbawa arus banjir di kawasan Desa Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]

Sejumlah warga melintas di dekat puing-puing yang terbawa arus banjir di kawasan Desa Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]

1TULAH.COM-Di tengah musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar Pulau Sumatra, perhatian dan kepedulian global mulai berdatangan.

Salah satu tawaran bantuan yang paling menonjol datang dari Uni Emirat Arab (UEA), yang telah menyatakan kesiapan penuh untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terdampak.

Namun, pengiriman bantuan tersebut kini berada dalam posisi stand-by, menantikan keputusan resmi dan permintaan eksplisit dari Pemerintah Indonesia.

Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan komitmen negaranya. Dalam sebuah acara temu media di Jakarta, Sabtu (6/12/2025), Dubes Al Dhaheri menyampaikan kesediaan UEA untuk menjadi yang terdepan dalam merespons.

“Kami akan selalu mendukung permintaan Indonesia, asalkan mereka menyatakan ‘ya, Indonesia terbuka untuk upaya internasional’, kami akan menjadi yang pertama menanggapi,” kata Dubes Al Dhaheri, dikutip melalui Antara.

Dubes Al Dhaheri menambahkan bahwa komunikasi internal dari kabinet UEA telah menginstruksikan konsultasi segera dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terkait mekanisme pengiriman bantuan. UEA memahami bahwa Indonesia hingga saat ini belum menetapkan bencana ini sebagai keadaan darurat nasional, sebuah langkah yang menjadi kunci untuk membuka keran bantuan internasional.

🇮🇩 Sikap Tegas Indonesia: Mandiri dalam Penanganan Bencana

Tawaran bantuan internasional ini berhadapan dengan sikap resmi Pemerintah Indonesia yang hingga kini masih memilih untuk menangani bencana secara mandiri menggunakan sumber daya nasional.

Baca Juga :  Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih sanggup mengatasi penanganan bencana di Sumatra tanpa memerlukan bantuan dari negara-negara sahabat. Meskipun demikian, Sugiono secara terbuka menyampaikan terima kasih atas tawaran bantuan dari negara sahabat, menyebut kepedulian tersebut sebagai cerminan solidaritas global terhadap Indonesia.

Sikap serupa sebelumnya telah ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memadai untuk mengatasi dampak bencana ini.

“Untuk sementara ini belum ya meskipun kami juga mewakili pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat… Namun demikian, kita merasa bahwa pemerintah dalam hal ini kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan kita hadapi,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah memiliki Dana Siap Pakai di kisaran Rp500 miliar. Presiden juga telah memberikan instruksi langsung bahwa APBN siap ditambahkan (top-up) jika Dana Siap Pakai tersebut tidak mencukupi.

📈 Realitas Lapangan yang Kian Mengkhawatirkan

Sikap pemerintah yang memprioritaskan penanganan mandiri ini dihadapkan pada realitas lapangan yang kian mencekam dan memprihatinkan.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Data korban jiwa terus melonjak tajam:

  • Total Korban Meninggal: Mencapai 914 orang (per Sabtu sore, 6 Desember 2025).

  • Korban Hilang: Tercatat 389 orang (berkurang setelah beberapa korban selamat ditemukan).

Provinsi Terdampak Jumlah Korban Tewas
Aceh 359 jiwa
Sumatera Utara 329 jiwa
Sumatera Barat 226 jiwa
Total 914 jiwa

Berita Terkait

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan
Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung
Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas
Respons Cepat! Dishub Kalteng Ambil Langkah Strategis Atasi Krisis BBM dan Tekan Lonjakan Tarif Angkutan
Kerusakan Jalan Nasional di Katingan Hulu Segera Ditangani, Arton S. Dohong: Solusi Disepakati Lewat Audiensi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Jumat, 24 April 2026 - 07:07 WIB

Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Jumat, 24 April 2026 - 06:57 WIB

Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

Jumat, 24 April 2026 - 00:25 WIB

Respons Cepat! Dishub Kalteng Ambil Langkah Strategis Atasi Krisis BBM dan Tekan Lonjakan Tarif Angkutan

Kamis, 23 April 2026 - 16:14 WIB

Kerusakan Jalan Nasional di Katingan Hulu Segera Ditangani, Arton S. Dohong: Solusi Disepakati Lewat Audiensi

Berita Terbaru