Gelar Pahlawan Nasional Gus Dur, Legislator Barut H Parmana Sebut Sudah Pas

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, H Parmana Setiawan (kiri) bersama mantan anggota dewan Barut H Abri saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan ketua PWI Barut. Foto: Aprie/1tulah.com

Legislator DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, H Parmana Setiawan (kiri) bersama mantan anggota dewan Barut H Abri saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan ketua PWI Barut. Foto: Aprie/1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh – Legislator DPRD Barito Utara (Barut), Kalteng, H Parmana Setiawan menyebutkan jika penetapan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto sudah pas.

Legisltor Parmana menyatakan juga bahwa Gus Dur memang sudah selayaknya menyandang gelar pahlawan nasional karena merupakan tokoh Tanah Air.

Dia menyebut Gus Dur bukan saja tokoh agama namun juga budayawan dan Presiden RI ke-4. Sepak terjangnya toleransi beragama banyak memberikan inspirasi kepada banyak orang.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

“Gus Dur yang telah membangun fondasi demokrasi. Jika melihat jasa-jasanya, Gus Dur selama hidup, banyak memperjuangkan dan membela hak minoritas juga sangat menghargai perbedaan,” kata legislator Barut Parmana kepada awak media, Sabtu, 15 November 2025.

Selain itu, legislator asal PKB Barut ini menjelaskan alasan Gus Dur layak menjadi pahlawan nasional, karena Gus Dur merupakan pioner demokrasi dan pluralisme di negeri ini. Selain itu, Gus Dur juga dinilai berhasil memutus sekat perbedaan dengan kalangan minoritas.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

“Seperti kita ketahui bersama, semasa hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh perdamaian dan pembela kelompok minoritas disebut sebagai tokoh pluralisme,” tandas legislator Barut H Parmana Setiawan.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang
Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional
Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:38 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Berita Terbaru