TERUNGKAP! Motif Ledakan SMA Negeri 72 Jakarta: Dendam Akibat Bullying, Pelaku Diduga Siswa Pendiam

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase suasana di SMA 72 Jakarta setelah terjadinya ledakan di masjid yang berada di area sekolah tersebut pada Jumat (7/11/2025). (Instagram)

Kolase suasana di SMA 72 Jakarta setelah terjadinya ledakan di masjid yang berada di area sekolah tersebut pada Jumat (7/11/2025). (Instagram)

1TULAH.COM-Peristiwa tragis ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) yang melukai puluhan orang akhirnya mulai menemui titik terang. Dugaan kuat mengarah pada motif dendam yang dipicu oleh kasus perundungan (bullying).

Terduga pelaku, yang tak lain merupakan rekan sekolah korban, disebut-sebut merencanakan aksi nekat ini sebagai puncak akumulasi rasa sakit hati.

Diduga Pelaku Adalah Korban Bullying, Ingin Balas Dendam

Informasi krusial ini disampaikan oleh salah satu siswa di lokasi kejadian, ZA, yang memberikan penuturan yang mengarah pada identitas dan latar belakang terduga pelaku. Menurut ZA, pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam dan sering menjadi sasaran perundungan oleh teman-temannya.

“Korban (terduga pelaku) di-bully gitu di sekolah. Dia selalu sendiri kemana-mana. Terus katanya pengin balas dendam ke pembully tapi malah ke semuanya,” kata ZA, menjelaskan dugaan motivasi di balik aksi tersebut.

Keterangan ini mengindikasikan bahwa tindakan ekstrem ini bukanlah tanpa sebab, melainkan respons atas penderitaan psikologis akibat perundungan yang dialaminya secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Niat awal untuk menargetkan para perundungnya berujung pada tindakan yang meluas dan menargetkan area umum sekolah.

Baca Juga :  Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Bahan Peledak Dirakit Sendiri, Serangan Terjadi di Tiga Titik Strategis

Kekhawatiran semakin mendalam dengan adanya informasi yang beredar di kalangan siswa bahwa terduga pelaku siswa ini merakit sendiri bahan peledak yang digunakannya. Hal ini menunjukkan adanya perencanaan yang matang sebelum hari kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi, ledakan SMA Negeri 72 Jakarta tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan di beberapa titik yang dianggap strategis dan ramai oleh siswa.

  • Titik Pertama: Diduga terjadi di area musala sekolah.
  • Titik Kedua: Ledakan menyasar area kantin.
  • Titik Ketiga: Terjadi di area tempat duduk atau nongkrong siswa.

Pilihan lokasi ini memperkuat dugaan bahwa tujuannya adalah menimbulkan korban sebanyak mungkin atau menciptakan kepanikan yang masif di seluruh lingkungan sekolah.

Nyaris Jadi Korban, Ledakan Terjadi Jelang Salat Jumat

Saksi mata, ZA, menceritakan pengalamannya yang nyaris menjadi korban langsung dari ledakan pertama di musala. Peristiwa ini terjadi pada saat yang seharusnya khidmat, yakni menjelang ibadah Salat Jumat.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

“Saya ada di lokasi, terus saya mau Salat Jumat. Terus saya, pas banget saya untung di teras mushola. Tapi pas pengin kotbah, pengen doa, pengen Salat Jumat. Itu tiba-tiba langsung ada ledakan gitu,” kenang ZA.

Keberuntungan ZA karena berada tepat di teras musala sesaat sebelum ledakan terjadi menyelamatkannya dari bahaya langsung. Momen kejadian ini menambah keprihatinan mengingat ledakan terjadi saat banyak siswa dan jemaah berkumpul untuk ibadah.

Pentingnya Penanganan Kasus Bullying di Sekolah

Kasus ledakan SMA Negeri 72 Jakarta yang diduga berakar dari dendam akibat bullying menjadi pengingat keras akan pentingnya penanganan serius terhadap kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Sekolah, orang tua, dan pihak berwajib harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan aman dan suportif bagi semua siswa, guna mencegah akumulasi rasa sakit hati yang berujung pada aksi kekerasan fatal.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan kebenaran motif terduga pelaku siswa dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Perkembangan penyelidikan akan terus kami informasikan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Selasa, 3 November 2026 - 05:33 WIB

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Berita Terbaru