1TULAH.COM-Dunia hiburan dikejutkan oleh kisah spiritual dua selebriti papan atas, Celine Evangelista dan Ruben Onsu, yang sama-sama memilih menjadi mualaf dan mantap menempuh perjalanan hijrah.
Baru-baru ini, keduanya membuka hati dan berbincang jujur tentang cobaan berat yang mereka hadapi, mulai dari kehilangan pekerjaan hingga serangan fitnah publik yang kejam.
Dalam perbincangan intim mereka, Celine Evangelista dan Ruben Onsu tidak hanya saling menyemangati, tetapi juga menunjukkan dua cara berbeda dalam menghadapi kebencian (haters).
Celine Evangelista Pilih Diam Hadapi Tudingan ‘Istri Pejabat’
Celine Evangelista menceritakan kepada Ruben Onsu bahwa keputusan untuk berhijrah, bahkan sampai memutuskan berhijab—yang sempat membuatnya kehilangan pekerjaan—penuh dengan fitnah dan tekanan. Salah satu tudingan paling menyakitkan yang dilontarkan kepada Celine adalah ia pindah agama demi menjadi istri kedua seorang pejabat tinggi.
Menanggapi rumor panas ini, Celine Evangelista memilih sikap yang bertolak belakang dengan tuntutan publik.
“Aku dari dulu ya sudah mau gimana ya, aku diam aja. Orang mau ngomong apa yaudah, enggak penting omongan orang buat akhirat aku,” ujar Celine.
Bagi Celine, membantah atau koar-koar tidak akan ada gunanya, karena orang yang membencinya tidak akan pernah percaya kebenaran. Ia memilih menutup diri dari tudingan dan pasrah kepada Allah SWT atas segala fitnah yang tidak benar. Keputusan ini menunjukkan keteguhan imannya di tengah badai cobaan.
Ruben Onsu Sindir ‘Biji Salak’ dan Enggan Diam
Lain halnya dengan Celine, Ruben Onsu menunjukkan sikap yang lebih tegas dan berani melawan para warganet yang terus menerus menciptakan fitnah dan menggiring opini negatif terhadap dirinya maupun keluarganya.
Ruben mengakui bahwa ia tidak bisa tinggal diam ketika kebencian dari haters terus merugikan dan mengganggu hidupnya.
“Ternyata diamnya kita dimanfaatkan segerombol biji salak,” sindir Ruben Onsu dengan nada kesal.
Ruben bahkan sempat membuat video khusus untuk menjawab semua fitnahan yang diarahkan padanya. Namun, setelah banyak pertimbangan, ia mengurungkan niat tersebut dan memilih untuk tidak mengunggahnya ke media sosial. Sikap Ruben ini mencerminkan perjuangan banyak figur publik yang berusaha menyeimbangkan antara menjaga privasi dan melawan ketidakadilan di ranah digital.
Saling Menyemangati di Tengah Perjalanan Spiritual yang Dahsyat
Obrolan dua sahabat yang sama-sama menempuh perjalanan hijrah ini diwarnai dengan tawa dan sentuhan haru, terutama ketika mereka saling menyemangati.
“Aku menyemangati orang di saat aku juga butuh disemangati,” celetuk Ruben sambil tersenyum, menunjukkan sisi kerentanan seorang publik figur.
Celine Evangelista pun menimpali dengan menyadari bahwa perjalanan spiritual Ruben Onsu tidak kalah berat. “Sebenernya kakak sendiri perjalanannya ini (berat),” ucap Celine.
“Dahsyat, bener-bener dahsyat,” timpal Ruben, mengubah suasana berat menjadi penuh tawa dan mengakhiri perbincangan dengan pengakuan jujur tentang betapa besarnya ujian yang harus mereka lalui setelah memilih jalan kebenaran.
Kisah Celine Evangelista mualaf dan Ruben Onsu ini menjadi pengingat bahwa keputusan untuk berhijrah seringkali datang dengan cobaan berat, namun juga menawarkan kedamaian spiritual yang dicari. (Sumber:Suara.com)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


