Kemarahan Gus Yahya vs Kontroversi Peter Berkowitz: Ironi Ketua Umum PBNU Bela Pesantren

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Yahya Diingatkan 'Dosa Lama' Undang Pro-Israel (X/twitter)

Gus Yahya Diingatkan 'Dosa Lama' Undang Pro-Israel (X/twitter)

1TULAH.COM-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, baru-baru ini meluapkan kemarahan besar atas tayangan program “Expose Uncensored” di Trans7 yang dinilai secara terang-terangan menghina dunia pesantren dan tokoh-tokoh NU. Protes keras ini mencerminkan sikap tegas NU dalam menjaga martabat lembaga pendidikan dan para kiai.

Kemarahan warga NU memuncak setelah muncul narasi dalam program tersebut yang menyebutkan bahwa kiai kaya seharusnya memberikan amplop kepada santri. Gus Yahya menegaskan bahwa pernyataan semacam itu sangat tidak pantas disiarkan karena secara fundamental mencederai kehormatan dunia pesantren dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh.

Langkah Hukum PBNU dan Tuntutan Maaf

Sebagai bentuk tanggung jawab dan keseriusan dalam membela kehormatan pesantren, PBNU tidak tinggal diam. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU segera mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan Dewan Pers. Langkah ini bertujuan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penayangan konten yang meresahkan ini diproses sesuai hukum yang berlaku.

Gus Yahya secara eksplisit menuntut Trans7 dan Trans Corporation untuk segera meminta maaf secara terbuka dan bertanggung jawab penuh atas keresahan sosial serta rusaknya citra pesantren yang ditimbulkan. Tuntutan ini disambut oleh desakan dari berbagai pihak di lingkungan NU, termasuk PWNU DKI, yang bahkan menuntut permintaan maaf disiarkan selama seminggu penuh.

Baca Juga :  Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin

Bayang-bayang “Dosa Lama”: Kontroversi Undangan Peter Berkowitz Kembali Disorot

Di tengah sikap keras dan heroik Gus Yahya dalam membela kehormatan pesantren, publik dan warganet kembali menyoroti sebuah “dosa lama” yang pernah memicu gelombang kritik hebat: undangan kepada akademisi pro-Zionis, Peter Berkowitz.

Kemarahan Gus Yahya terhadap Trans7 kini seolah beriringan dengan bayang-bayang kontroversi yang pernah membuat posisinya sebagai Ketum PBNU digoyang.

Peter Berkowitz: Akademisi Pro-Israel di Forum Resmi NU dan UI

Kontroversi mencuat ketika Peter Berkowitz, seorang akademisi yang dikenal memiliki pandangan pro-Israel dan sering membela tindakan militer Zionis terhadap warga Palestina, diundang menjadi pembicara dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU dan juga acara di Universitas Indonesia (UI).

Kehadirannya di forum resmi PBNU dan UI memicu gelombang kritik tajam dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga internal NU sendiri. Banyak pihak menilai langkah Gus Yahya tersebut sebagai bentuk kelalaian moral yang melukai solidaritas Indonesia, khususnya umat Islam, terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Protes Keras dan Pengakuan Khilaf Gus Yahya

Reaksi di media sosial pun memanas. Akun @ardisatriawan menyindir, “Ini nilai pesantren bukan?” dengan menyertakan potret Gus Yahya berjabat tangan dengan Berkowitz, sementara akun @erlanishere menambahkan, “Kalau ini bukan hanya menghina nilai-nilai pesantren, tetapi juga menghina umat Islam dan Masjid al-Aqsa.”

Baca Juga :  Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Menanggapi gelombang protes tersebut, Gus Yahya mengaku baru menyadari latar belakang pro-Zionis Berkowitz setelah protes meluas. Sejumlah kiai bahkan sempat mendesaknya mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU karena dinilai telah menodai posisi organisasi sebagai penjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Pengakuan “khilaf” atau kelalaian ini meredam sebagian amarah, namun tetap menyisakan catatan yang kembali disorot publik hari ini.

Dua Kontroversi, Satu Sorotan Publik

Murka Gus Yahya terhadap Trans7 yang menghina pesantren menunjukkan komitmennya yang kuat untuk menjaga marwah NU dan dunia pesantren. Namun, saat yang sama, kemarahan ini menjadi momentum bagi publik untuk kembali mengingatkan Gus Yahya akan kontroversi Peter Berkowitz.

Kedua isu ini, meskipun berbeda konteks, sama-sama menyoroti integritas dan kehati-hatian kepemimpinan PBNU dalam menjaga kehormatan organisasi. Jika satu pihak dihukum keras karena dianggap mencoreng pesantren, publik juga menuntut kejelasan moral atas keputusan mengundang tokoh pro-Zionis yang dianggap mencederai solidaritas kemanusiaan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Kamis, 16 April 2026 - 15:58 WIB

Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji

Berita Terbaru