DPRD Kalteng Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan PAD dalam Perubahan APBD 2025

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat paripurna ke-20 masa persidangan III tahun sidang 2025 di ruangan rapat paripurna, Selasa (19/8/2025). Foto:Istimewa

Rapat paripurna ke-20 masa persidangan III tahun sidang 2025 di ruangan rapat paripurna, Selasa (19/8/2025). Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat paripurna ke-20 masa persidangan III tahun sidang 2025, Selasa (19/8/2025).

Dalam agenda pemandangan umum fraksi menanggapi pidato pengantar gubernur tentang nota keuangan dan rancangan peraturan daerah (raperda) perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, sejumlah catatan penting disampaikan.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong ini secara umum menerima raperda untuk dibahas lebih lanjut, namun juga memunculkan beberapa masukan kritis dari tiap-tiap fraksi.

Fraksi Golkar: Soroti Target Pertumbuhan Ekonomi yang Belum Tercapai

Juru bicara fraksi Golkar, Noor Fazariah Kamayanti, menyoroti realisasi pertumbuhan ekonomi daerah yang masih jauh dari target. Berdasarkan nota keuangan, target pertumbuhan ekonomi daerah ditetapkan sebesar 5,60 persen, namun realisasi hingga semester I 2025 baru mencapai 4,04 persen.

“Hal ini menuntut langkah strategis yang lebih nyata agar target pembangunan tidak hanya bersifat normatif,” ujar Kamayanti.

Baca Juga :  Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Selain itu, fraksi Golkar juga menyoroti target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami koreksi turun cukup tajam. Menurut Kamayanti, ini menunjukkan perlunya inovasi kebijakan dan digitalisasi sistem pemungutan pajak untuk memperluas basis pajak tanpa membebani masyarakat.

Fraksi Gerindra: Pentingnya Perkuat Ketahanan Pangan

Di sisi lain, juru bicara fraksi Gerindra, Endang Susilawatie, menekankan pentingnya alokasi anggaran perubahan yang fokus pada penguatan ketahanan pangan daerah.

“Menyediakan cadangan beras pemerintah yang memadai, memperbaiki rantai distribusi hingga ke pedalaman, serta mendukung sarana dan prasarana penanggulangan bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” tegas Endang.

Masukan ini relevan mengingat tantangan geografis Kalteng yang luas serta risiko bencana alam seperti kekeringan dan karhutla. Penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas untuk menjamin stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.

Baca Juga :  Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

Fraksi Nasdem: Optimalisasi PAD Berbasis Digitalisasi

Sementara itu, juru bicara fraksi Nasdem, Raudah, menyoroti urgensi optimalisasi PAD. Menurutnya, peningkatan PAD harus diupayakan dari berbagai sektor, seperti pajak daerah, retribusi, dan pengelolaan potensi sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Fraksi Nasdem mendorong agar peningkatan pendapatan tidak membebani masyarakat, melainkan berbasis pada digitalisasi pajak, transparansi, dan penguatan sektor riil,” ujar Raudah.

Masukan ini sejalan dengan tren modernisasi pemerintahan, di mana pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan digitalisasi, diharapkan pendapatan daerah bisa meningkat tanpa memberatkan masyarakat kecil.

Secara keseluruhan, pemandangan umum fraksi DPRD Kalteng menunjukkan bahwa perubahan APBD 2025 diharapkan tidak hanya menjadi penyesuaian angka, tetapi juga momentum untuk melakukan perbaikan fundamental dalam kebijakan fiskal dan pembangunan daerah. (Ingkit)

Berita Terkait

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Berita Terbaru