1TULAH.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan dalam mengungkap skandal korupsi yang merugikan negara.
Kali ini, KPK mengendus adanya penggunaan rekening siluman untuk menampung dan menyembunyikan ‘duit panas’ dalam kasus korupsi penyelenggaraan haji. Tak main-main, dugaan kerugian negara dalam skandal ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Untuk membongkar jejak uang haram ini, KPK menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kolaborasi ini menjadi langkah krusial dalam penyidikan, menunjukkan bahwa KPK tidak hanya fokus pada pembuat kebijakan, tetapi juga akan melacak siapa saja yang kecipratan atau menerima aliran dana haram tersebut.
Kolaborasi dengan PPATK Jadi Kunci
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa penelusuran rekening adalah langkah standar yang wajib dilakukan dalam setiap penyidikan korupsi. Hal ini dilakukan untuk mendalami peran para tersangka, calon tersangka, hingga saksi.
“Penelusuran pendalaman terhadap para tersangka, kemudian calon tersangka, kemudian saksi, termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan rekening,” kata Setyo.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan PPATK sangat penting untuk membuktikan keberadaan rekening-rekening tak wajar yang digunakan dalam praktik lancung ini. Hasil analisis dari PPATK akan menjadi bukti kuat yang digunakan untuk memastikan kebenaran informasi yang ditemukan oleh penyidik.
Pencekalan dan Pengungkapan Aliran Dana
Sebelumnya, KPK telah menaikkan status perkara ke penyidikan dan mencekal tiga orang kunci ke luar negeri selama enam bulan. Mereka adalah Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) mantan Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) mantan Staf Khusus Menteri Agama, dan FHM, seorang pihak swasta.
Pencekalan ini bertujuan agar ketiganya tidak kabur dan selalu siap untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik dalam membongkar aliran dana.
Pangkal Masalah: Jatah Kuota Haji yang Dirampas
Skandal ini berawal dari dugaan ‘perampasan’ jatah kuota haji reguler. KPK menemukan bahwa dari 20.000 kuota haji tambahan yang diberikan oleh Raja Arab Saudi, seharusnya 92% (18.400 jemaah) dialokasikan untuk haji reguler dan 8% (1.600 jemaah) untuk haji khusus, sesuai dengan Undang-Undang.
Namun, kebijakan yang diambil Kementerian Agama pada saat itu diduga secara melawan hukum membagi kuota tersebut menjadi 50:50, yaitu 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.
Langkah ini secara efektif telah merampas hak ribuan jemaah haji reguler yang sudah puluhan tahun menanti. Sebaliknya, ribuan kuota tersebut dilimpahkan ke travel-travel haji khusus yang diduga menjadi sumber aliran ‘duit panas’ yang kini diburu oleh KPK.
Dengan langkah-langkah baru ini, KPK menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi secara menyeluruh, tidak hanya menjerat pelaku, tetapi juga membongkar jaringan dan melacak seluruh aliran uang haram yang terlibat. (Sumber:Suara.com)

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

