Terbongkar! KPK Endus Rekening Siluman di Kasus Korupsi Haji, PPATK Turun Tangan

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Suara.com/Dea)

Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Suara.com/Dea)

1TULAH.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan dalam mengungkap skandal korupsi yang merugikan negara.

Kali ini, KPK mengendus adanya penggunaan rekening siluman untuk menampung dan menyembunyikan ‘duit panas’ dalam kasus korupsi penyelenggaraan haji. Tak main-main, dugaan kerugian negara dalam skandal ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Untuk membongkar jejak uang haram ini, KPK menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kolaborasi ini menjadi langkah krusial dalam penyidikan, menunjukkan bahwa KPK tidak hanya fokus pada pembuat kebijakan, tetapi juga akan melacak siapa saja yang kecipratan atau menerima aliran dana haram tersebut.

Kolaborasi dengan PPATK Jadi Kunci

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa penelusuran rekening adalah langkah standar yang wajib dilakukan dalam setiap penyidikan korupsi. Hal ini dilakukan untuk mendalami peran para tersangka, calon tersangka, hingga saksi.

“Penelusuran pendalaman terhadap para tersangka, kemudian calon tersangka, kemudian saksi, termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan rekening,” kata Setyo.

Baca Juga :  Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan

Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan PPATK sangat penting untuk membuktikan keberadaan rekening-rekening tak wajar yang digunakan dalam praktik lancung ini. Hasil analisis dari PPATK akan menjadi bukti kuat yang digunakan untuk memastikan kebenaran informasi yang ditemukan oleh penyidik.

Pencekalan dan Pengungkapan Aliran Dana

Sebelumnya, KPK telah menaikkan status perkara ke penyidikan dan mencekal tiga orang kunci ke luar negeri selama enam bulan. Mereka adalah Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) mantan Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) mantan Staf Khusus Menteri Agama, dan FHM, seorang pihak swasta.

Pencekalan ini bertujuan agar ketiganya tidak kabur dan selalu siap untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik dalam membongkar aliran dana.

Pangkal Masalah: Jatah Kuota Haji yang Dirampas

Skandal ini berawal dari dugaan ‘perampasan’ jatah kuota haji reguler. KPK menemukan bahwa dari 20.000 kuota haji tambahan yang diberikan oleh Raja Arab Saudi, seharusnya 92% (18.400 jemaah) dialokasikan untuk haji reguler dan 8% (1.600 jemaah) untuk haji khusus, sesuai dengan Undang-Undang.

Baca Juga :  Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Namun, kebijakan yang diambil Kementerian Agama pada saat itu diduga secara melawan hukum membagi kuota tersebut menjadi 50:50, yaitu 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Langkah ini secara efektif telah merampas hak ribuan jemaah haji reguler yang sudah puluhan tahun menanti. Sebaliknya, ribuan kuota tersebut dilimpahkan ke travel-travel haji khusus yang diduga menjadi sumber aliran ‘duit panas’ yang kini diburu oleh KPK.

Dengan langkah-langkah baru ini, KPK menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi secara menyeluruh, tidak hanya menjerat pelaku, tetapi juga membongkar jaringan dan melacak seluruh aliran uang haram yang terlibat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan
Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan
Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak
Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI
Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?
Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:39 WIB

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 November 2026 - 14:22 WIB

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak

Jumat, 6 November 2026 - 06:51 WIB

Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI

Jumat, 6 November 2026 - 06:42 WIB

Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Berita Terbaru

Pelantikan puluhan pejabat  lingkup pemkab Murung Raya oleh bupati Heriyus, Jumat (6/11/2026).

Daerah

Stardian Dipercaya Pimpin Dinas PUPR Murung Raya

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:34 WIB

Pelantikan puluhan pejabat  lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya oleh bupati Heriyus, Jumat (6/11/2026).

Berita

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:38 WIB