Kronologi Lengkap Kericuhan Demo Tolak Sudewo di Pati: Gas Air Mata, Korban Berjatuhan, dan Mobil Provos Terbakar

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Mobil Polisi yang Dibakar Massa Demo Bupati Pati, Gosong Tinggal Kerangka. (Ist)

Penampakan Mobil Polisi yang Dibakar Massa Demo Bupati Pati, Gosong Tinggal Kerangka. (Ist)

1TULAH.COM-Aksi unjuk rasa ribuan warga yang menuntut mundur Bupati Pati, Sudewo, di Alun-alun Pati, Rabu (13/8/2025), berakhir ricuh. Kericuhan yang awalnya dipicu oleh ketegangan antara massa dan aparat keamanan ini memuncak hingga menyebabkan korban berjatuhan dan kerusakan fasilitas.

Dari Tuntutan Damai Hingga Aksi Anarkis

Demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu ini awalnya bertujuan untuk mendesak Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Kekecewaan warga memuncak setelah kebijakan kontroversial Sudewo, yaitu rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250%, serta pernyataan sesumbarnya yang menantang warga untuk berunjuk rasa.

Menurut laporan Kompas TV, suasana yang semula damai berubah menjadi kisruh saat demonstran mulai melemparkan plastik berisi air ke arah gedung pemerintahan. Aparat keamanan kemudian merespons dengan tindakan yang lebih represif, yang memicu kemarahan massa.

Gas Air Mata Ditembakkan, Korban Berjatuhan

Kericuhan semakin tak terkendali setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Tembakan gas air mata ini memicu kepanikan, terutama di kalangan wanita dan anak-anak yang ikut dalam aksi tersebut. Beberapa warga dilaporkan pingsan akibat efek gas air mata, sementara aparat keamanan juga mengalami luka-luka ringan.

Baca Juga :  Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

“Tolong jangan disemprot lagi. Orang-orang lari, saya juga ikutan lari, takut ngguling. Karena kalo sampai satu orang ngguling saja bisa bahaya buat banyak orang. Risiko terinjak-injak,” ujar salah seorang warga yang panik saat kericuhan terjadi.

Selain korban luka, insiden ini juga menimbulkan kerusakan. Massa yang marah dilaporkan membakar dan menjungkirbalikkan mobil Provos milik kepolisian. Sejumlah ambulans terlihat bolak-balik untuk mengevakuasi korban dari kedua belah pihak.

Di tengah kekacauan, Bupati Sudewo dievakuasi menggunakan kendaraan taktis (rantis) untuk menghindari amuk massa. Sudewo sempat memberikan pernyataan permintaan maaf di atas rantis, namun hal itu justru disambut dengan lemparan sandal dan botol plastik dari massa yang kecewa.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Pihak Berwenang Berupaya Meredam Situasi

Pihak kepolisian menyatakan telah berupaya melakukan tindakan persuasif untuk meredam massa, namun karena situasi yang semakin tidak terkendali dan adanya tindakan anarkis, mereka terpaksa menggunakan gas air mata. Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dan Dandim 0718 Pati turun langsung ke lokasi untuk meredam potensi bentrokan lebih lanjut dan mencoba mengendalikan situasi.

Kondisi Alun-alun Pati dan sekitarnya sempat lumpuh total akibat insiden ini. Meskipun demikian, massa tidak menyerah. Setelah tembakan gas air mata pertama, mereka terlihat lebih sigap menghindar saat tembakan kedua dilepaskan.

Insiden ini menjadi catatan kelam dalam sejarah Pati dan menunjukkan betapa krusialnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan warganya. Kekecewaan mendalam yang disuarakan melalui aksi demo ini menjadi cermin dari ketidakpuasan terhadap kepemimpinan yang dinilai tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:46 WIB

HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Berita Terbaru

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purnatugas kepada tiga PNS di Kabupaten Seruyan.  Kegiatan dilaksanakan di sela apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Seruyan, Senin pagi (19/10/2026).

Seruyan

Seruyan Dapat 248 Unit Rumah melalui Program Tiga Juta Rumah

Senin, 19 Okt 2026 - 16:04 WIB