Warga China Dideportasi dari Bali Terkait Kasus Penipuan 28,5 Miliar

- Jurnalis

Minggu, 13 Juli 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

 

1TULAH.COM – XP, seorang warga negara China yang menjadi buronan atas kasus penipuan dengan nilai kerugian mencapai lebih dari 28 miliar rupiah, telah dideportasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.

Deportasi dilakukan pada 12 Juli 2025 melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Guangzhou, China.

Keputusan ini diambil karena XP merupakan subjek pencarian oleh Kejaksaan Guangzhou sejak Januari 2015 terkait kejahatan penipuan.

Baca Juga :  Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Penangkapan terhadap XP berlangsung di Tabanan, Bali, pada dini hari 10 Juli 2025 oleh tim gabungan dari Subdirektorat Penyidikan dan Kantor Imigrasi Denpasar. Berdasarkan hasil patroli siber, XP diketahui tidak memiliki izin tinggal yang sah di Indonesia.

Setelah ditangkap, XP sempat ditahan di ruang detensi imigrasi guna menjalani proses pemeriksaan sebelum dideportasi.

Baca Juga :  Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Yuldi Yusman, selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, menegaskan bahwa seluruh proses penanganan kasus ini mengikuti ketentuan hukum dan menjunjung prinsip kemanusiaan serta kerja sama antarnegara.

Ia juga menambahkan bahwa Imigrasi RI terus memperkuat kerja sama internasional, terutama dalam pertukaran informasi terkait keberadaan orang asing, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum lintas negara.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru