IMF Proyeksikan Angka Pengangguran Indonesia 5 Persen, Pemerintah Siapkan Antisipasi

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi. (Suara.com/Novian)

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi. (Suara.com/Novian)

1TULAH.COM-International Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi terbaru dalam World Economic Outlook edisi April 2025 yang menyebutkan angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 5,0 persen.

Proyeksi ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi kedua di Asia setelah China (5,1%). Angka ini diproyeksikan akan sedikit meningkat lagi menjadi 5,1% pada tahun 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menyatakan bahwa analisis dari lembaga-lembaga seperti IMF merupakan masukan penting bagi pemerintah. “Ya analisis dari lembaga-lembaga seperti IMF tentu jadi masukan yang sangat penting bagi pemerintah untuk antisipasi, untuk menjaga supaya kita tetap baik ekonominya, menjaga supaya pertumbuhannya juga lebih baik lagi. Ini masukan lah,” ujar Hasan di kantor PCO, Gedung Kwarnas, Selasa (3/6/2025).

Data BPS Menunjukkan Penurunan Pengangguran

Meskipun demikian, Hasan Nasbi juga membeberkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif. Menurut data BPS, angka pengangguran terbuka justru mengalami penurunan. “Sampai bulan ini justru angka pengangguran terbuka itu turun dari 4,8 ke 4,7. 4,82 ke 4,76. Itu artinya angka pengangguran orang-orang yang benar-benar nganggur itu turun,” jelas Hasan.

Baca Juga :  Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Selain itu, data BPS juga menunjukkan peningkatan pada pekerja penuh waktu, dari 65,6 persen menjadi 66,2 persen. “Hampir 1 persen. Yang setengah pengangguran itu juga turun. Dari 8,5 menjadi 8, 8 persen. Jadi ada indikator-indikator yang menunjukkan bahwa memang terjadi pemutusan hubungan kerja. Tapi penciptaan lapangan kerja baru juga terjadi dan itu lebih banyak,” tambah Hasan.

Hasan mengakui adanya penambahan jumlah pengangguran absolut sebesar 83 ribu, namun ini disebabkan oleh masuknya usia-usia baru ke dalam usia kerja. “Jadi sejauh ini, indikator-indikator yang seperti ini, kita masih cukup baik dan masih cukup untuk membuat bangsa kita optimis, dan ke depan tentu pemerintah akan mengeluarkan berbagai kebijakan-kebijakan,” pungkasnya.

Klaim Menaker: Tingkat Pengangguran Turun Berdasarkan Sakernas

Senada dengan Hasan Nasbi, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli juga menegaskan bahwa tingkat pengangguran pada Februari 2025, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), sebesar 4,76 persen. Angka ini mengalami penurunan 0,06 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024.

Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah menggunakan data Sakernas untuk mengukur tingkat pengangguran. Data Sakernas Februari 2025 menunjukkan jumlah angkatan kerja mencapai 153,05 juta orang, naik 3,67 juta orang dibandingkan Februari 2024.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,80 persen poin. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 sebanyak 145,77 juta orang, naik 3,59 juta orang.

Menaker Yassierli menyoroti tantangan ke depan, terutama pada Sakernas Agustus 2025, ketika banyak mahasiswa akan lulus dari bangku kuliah. “Yang menjadi tantangan nanti adalah Sakernas Agustus ya, ketika lulusan dari institusi pendidikan itu sudah lulus. Itu yang nanti harus kita cari ya (jalan keluarnya, red),” kata Menaker.

Perbedaan proyeksi antara IMF dan data BPS/Sakernas dapat disebabkan oleh metodologi perhitungan. Tingkat pengangguran versi IMF diartikan sebagai persentase angkatan kerja yang menganggur atau masih mencari pekerjaan, sementara Sakernas memiliki definisi dan cakupan data yang spesifik.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja demi menekan angka pengangguran di Indonesia. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Berita Terbaru

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Pilih Batalkan Pekerjaan Demi Keselamatan. Instagram @
haykalkamil

Entertainment

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Haykal Kamil Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 Sep 2026 - 16:14 WIB

Plt Sekda Seruyan, dr. Bacrun Abbas, bersama OPD terkait saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin (7/9).

Seruyan

Indeks Perkembangan Harga di Seruyan Berstatus Naik

Senin, 7 Sep 2026 - 15:58 WIB

Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag. saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Siraman Rohani ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan di Masjid Agung Nurul Yaqin Kuala Pembuang, Senin (7/9).

Seruyan

Wabup Ajak ASN Semakin Aktif Ikuti Pembinaan Rohani

Senin, 7 Sep 2026 - 15:35 WIB