Media China Provokasi Timnas Indonesia: “Skuad Mahal, Kualitas Diragukan” Jelang Laga Krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026

- Jurnalis

Kamis, 22 Mei 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media China: Skuad Timnas Indonesia Menang Mahal Doang! [Dok. Suara.com]

Media China: Skuad Timnas Indonesia Menang Mahal Doang! [Dok. Suara.com]

1TULAH.COM-Jelang pertandingan hidup-mati kontra China dalam laga kesembilan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan. K

ali ini, media Negeri Tirai Bambu, 163.com, melontarkan provokasi pedas dengan menyebut skuad Garuda sebagai “tim mewah yang belum terbukti ampuh”. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 Juni 2025.

Sindiran tersebut mencuat setelah media China menyoroti nilai pasar fantastis para pemain Timnas Indonesia yang mencapai Rp651 miliar. Angka ini jauh melampaui valuasi skuad China yang hanya sekitar Rp244 miliar, atau kurang dari setengah nilai pasukan Merah Putih.

“Indonesia punya banyak pemain mahal, tapi hasilnya tidak selalu mencerminkan itu,” tulis 163.com dalam laporannya. Mereka bahkan tak segan menyebut bahwa nilai pasar yang tinggi tak lebih dari sekadar ilusi jika tidak dibarengi performa nyata di lapangan.

Kritik Tajam atas Kebijakan Naturalisasi

Salah satu poin kritik tajam yang disorot media China adalah komposisi skuad Timnas Indonesia yang didominasi oleh pemain naturalisasi. Dari 32 pemain yang dipanggil untuk dua laga kualifikasi bulan Juni, sebanyak 19 pemain merupakan naturalisasi.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

“Banyak pemain naturalisasi, tetapi belum ada yang benar-benar bersinar. Apakah ini investasi sia-sia?” sindir 163.com. Pertanyaan ini seolah menjadi pengingat akan pertemuan sebelumnya antara kedua tim, di mana China berhasil mengalahkan Indonesia 2-1, meskipun saat itu Indonesia juga tampil dengan skuad yang lebih mahal.

China Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Meskipun kalah jauh dalam hal valuasi pemain, China justru datang ke Jakarta dengan kepercayaan diri tinggi. Dalam skuad mereka, hanya ada dua pemain dengan nilai pasar di atas satu juta euro, yakni Wu Lei dan Serginho. Namun, media China meyakini bahwa chemistry dan kerja sama tim menjadi kekuatan utama mereka.

Lebih lanjut, media tersebut bahkan menyebut bahwa tekanan justru berada di pihak Indonesia yang bermain di hadapan puluhan ribu suporter. Ekspektasi tinggi terhadap skuad bertabur bintang membuat hasil negatif akan menjadi bumerang besar bagi Garuda.

“Pertarungan angka tidak berarti jika tidak diiringi dengan performa. China datang dengan semangat dan efisiensi,” tambah 163.com.

Lebih dari Sekadar Tiga Poin: Gengsi dan Reputasi

Laga Timnas Indonesia vs China ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ada gengsi kawasan Asia Timur yang dipertaruhkan, serta reputasi besar yang dipasang pada pundak para pemain naturalisasi Indonesia.

Baca Juga :  Tottenham Gaet Mateus Fernandes dari West Ham dengan Rekor Transfer

Kemenangan akan menjadi bukti bahwa proyek naturalisasi berjalan efektif, sekaligus membungkam kritik media China. Sebaliknya, kekalahan akan menjadi tamparan keras bagi tim yang disebut-sebut ‘sultan’ namun minim prestasi.

Dengan sorotan publik yang besar dan tekanan yang meningkat, Timnas Indonesia harus membuktikan bahwa nilai tinggi mereka bukan sekadar pencitraan di bursa transfer. Di atas lapangan, hanya performa yang akan berbicara.

Laga ini diprediksi berlangsung sengit. Di satu sisi, Indonesia diharapkan bisa memaksimalkan keunggulan sebagai tuan rumah. Di sisi lain, China datang dengan beban minimal dan motivasi untuk mengulang sukses di pertemuan sebelumnya.

Apakah skuad bernilai ratusan miliar rupiah milik Indonesia mampu menjawab kritik dan membungkam keraguan? Atau justru kembali harus menelan pil pahit karena gagal menaklukkan lawan yang lebih murah namun lebih solid?

Jawabannya akan terungkap di SUGBK. Satu hal yang pasti, kemenangan saja tidak cukup—Timnas Indonesia harus menang dengan meyakinkan, bukan sekadar “menang mahal doang.” (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Mikel Oyarzabal Jadi Senjata Rahasia Spanyol, La Roja Kian Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:45 WIB

Mikel Oyarzabal Jadi Senjata Rahasia Spanyol, La Roja Kian Dijagokan Juara Piala Dunia 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:27 WIB

Pulih dari Cedera, Lamine Yamal Klaim Siap 100 Persen Bela Spanyol di Piala Dunia

Berita Terbaru