Bantah Dikendalikan Jokowi, Prabowo: Pertemuan Hanya Soal Waktu

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Suara.com/Novian)

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Suara.com/Novian)

1TULAH.COM-Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tidak ada upaya dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk menghindari pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini disampaikan untuk membantah anggapan bahwa Prabowo sengaja menjauh agar tidak dianggap dikendalikan oleh Jokowi.

Menurut Prasetyo, agenda pertemuan antara Prabowo dan Jokowi hanya terkendala masalah waktu, mengingat kesibukan masing-masing.

“Di tengah kesibukan beliau berdua, cocokan waktunya saja yang belum, belum ketemu begitu,” ujar Prasetyo.

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa jika pertemuan tersebut terlaksana, Jokowi hanya akan melakukan silaturahmi dengan Prabowo, tanpa ada niat untuk mempengaruhi kebijakan Prabowo. Ia menegaskan bahwa Jokowi telah menyerahkan sepenuhnya kepemimpinan negara dan pemerintahan kepada Prabowo.

“Kalau untuk pemerintahan beliau sudah menyampaikan bahwa sekarang tidak ada itu matahari kembar, tidak ada itu istilah-istilahnya yang boleh dianggap beliau mempengaruhi Pak Presiden Prabowo itu, gak ada. Jadi sepenuhnya beliau menyerahkan kepemimpinan ini kepada Pak Presiden Prabowo,” tutur Prasetyo.

“Jadi jangan ditafsirkan ke mana mana meskipun belum ketemu,” sambungnya.

Prabowo Bantah Jadi “Boneka” Jokowi:

Sebelumnya, Prabowo sendiri telah membantah tudingan bahwa dirinya adalah “boneka” Jokowi dan dikendalikan oleh mantan Wali Kota Solo tersebut. Bantahan itu disampaikan saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca Juga :  Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

“Saya dibilang apa itu? Presiden boneka, saya dikendalikan oleh Pak Jokowi, seolah-olah Pak Jokowi tiap malam telepon saya. Saya katakan itu tidak benar,” kata Prabowo, Senin (5/5/2025).

Prabowo menjelaskan bahwa jika ia melakukan konsultasi dengan Jokowi, itu hanya sebagai bentuk meminta saran dan pendapat dari seorang pemimpin yang berpengalaman.

“Bahwa kita konsultasi, iya. Itu seorang pemimpin yang bijak. Konsultasi, minta pendapat, minta saran. Beliau 10 tahun berkuasa,” katanya.

Ia bahkan menegaskan bahwa ia juga melakukan konsultasi dengan para presiden terdahulu, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.

“Saya menghadap beliau tidak ada masalah. Saya menghadap Pak SBY tidak ada masalah. Saya menghadap Ibu Mega tidak ada masalah,” kata Prabowo.

“Kalau bisa menghadap Gus Dur, kalau bisa. Menghadap Pak Harto, menghadap Bung Karno kalau bisa,” kelakar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung soal polemik ijazah Jokowi dan menegaskan bahwa ia menghormati Jokowi sebagai presiden dua periode.

“Loh minta pandangan minta saran. Pak Jokowi berhasil 10 tahun orang suka tidak suka. Masalah ijazah dipersoalkan. Nanti ijazah saya ditanya-tanya, iya kan?” kata Prabowo.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Demokrat Tegaskan Kemandirian Prabowo:

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron, turut mengamini pernyataan Prabowo dan menegaskan bahwa Prabowo memiliki kemandirian dan kedaulatan sebagai presiden.

“Saya kira Pak Prabowo orang yang punya kemandirian dan kedaulatan,” kata Herman di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025) malam.

Herman Khaeron mencontohkan program-program Prabowo yang menunjukkan kemandiriannya, seperti program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan hilirisasi.

“Artinya kalau melihat dari program-program Pak Prabowo, jelas ini adalah bentuk kemandirian Pak Prabowo. Bentuk kedaulatannya Pak Prabowo sebagai presiden,” ungkap Herman.

“Kami bisa lihat kok dari setiap pengambilan keputusan, pada setiap program aja, itu sudah terlihat bahwa memang ini kemandirian dan kedaulatannya Pak Prabowo sebagai presiden,” sambungnya.

Dengan adanya bantahan dari Mensesneg dan penegasan dari Prabowo sendiri, serta dukungan dari Partai Demokrat, diharapkan polemik mengenai dugaan pengendalian Prabowo oleh Jokowi dapat mereda.

Pertemuan antara kedua tokoh tersebut diharapkan dapat segera terlaksana untuk memperkuat sinergi dalam membangun bangsa. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional
Program Makan Bergizi Gratis Bermasalah, Pemerintah Minta Waktu Pembenahan 2 Bulan
Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan
Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026
PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla
Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Selasa, 8 September 2026 - 19:41 WIB

Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 19:23 WIB

Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

Selasa, 8 September 2026 - 18:32 WIB

Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

Selasa, 8 September 2026 - 13:17 WIB

PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Berita Terbaru