Presiden Prabowo Subianto: Soeharto Tidak Mau Berkuasa dengan Senjata, Tampil karena Krisis

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat agenda halalbihalal Purnawirawan TNI di Balai Kartini, Jakarta. Selasa 6 Mei 2025. [Suara.com/Novian]

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat agenda halalbihalal Purnawirawan TNI di Balai Kartini, Jakarta. Selasa 6 Mei 2025. [Suara.com/Novian]

1TULAH.COM-Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, tidak pernah memiliki keinginan untuk berkuasa dengan cara militer.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara halalbihalal bersama Purnawirawan TNI AD di Balai Kartini, Jakarta, pada Selasa (6/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan alasan mengapa banyak purnawirawan TNI terjun ke dunia politik, termasuk pembentukan partai politik. Ia menekankan bahwa langkah ini didasari oleh rasa cinta tanah air dan keinginan untuk terus berbakti kepada bangsa dan negara.

“Kita tidak mau, TNI tidak mau berkuasa dengan senjata, Pak Harto tidak mau berkuasa dengan senjata. Beliau tampil karena ada vakum, karena ada krisis,” ujar Prabowo, menepis anggapan bahwa Soeharto berkuasa dengan kekuatan militer.

Purnawirawan TNI dan Politik: Bakti kepada Negara

Prabowo mencontohkan beberapa purnawirawan TNI yang terjun ke politik, seperti Edi Sudrajat, Try Sutrisno, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Wiranto. Ia menegaskan bahwa mereka memilih jalur politik untuk berbakti kepada negara melalui mandat rakyat.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

“Kita mengakui kedaulatan rakyat, kita tunduk pada kedaulatan rakyat. Dengan itu kita mau berkuasa dengan meminta mandat dari rakyat,” tambahnya.

Menegakkan Kebenaran Sejarah

Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga kebenaran sejarah dan tidak memutarbalikkan fakta. Ia mengajak semua pihak untuk bersikap patriotik dan kesatria dalam menyampaikan kebenaran.

“Janganlah kita mau kutak-kutik kebenaran. Janganlah kita mau kutak-kutik sejarah. Kita patriot, kita kesatria, katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah,” tegasnya.

TNI dan Kepercayaan Publik

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menanggapi tuduhan bahwa TNI ingin menjadi diktator. Ia mengingatkan bahwa TNI telah membuktikan diri dengan mundur dari politik dan kekuasaan secara rela saat reformasi.

“Padahal saya ingatkan ke banyak tokoh-tokoh, coba buka sejarah dunia, tunjukkan contoh di mana ada sebuah tentara yang mundur dari politik, dari kekuasaan. Kita mundur dengan rela. Reformasi itu, saudara-saudara, yang sukseskan reformasi itu adalah tokoh-tokoh TNI-Polri, ABRI,” tuturnya.

Baca Juga :  Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online

Prabowo juga menyoroti tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap TNI berdasarkan hasil survei internasional.

“Dan maaf, sekarang kalau di survei rakyat Indonesia, mana institusi yang paling Anda percaya, tanya rakyat, yang teratas adalah TNI, tentara. Silakan. Bukan kita yang bikin survei. Ini survei internasional,” katanya.

Dukungan Purnawirawan TNI untuk Prabowo

Plt Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak, menyampaikan amanah dari para purnawirawan TNI kepada Presiden Prabowo. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap program, kebijakan, dan langkah-langkah Prabowo sebagai kepala negara.

“Perkenankan pada kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan amanah dari para sesepuh, para senior bahwa kami purnawirawan dan seluruh keluarga besar TNI-Polri menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program, kebijakan, dan langkah-langkah yang baik Bapak Presiden janjikan demi masa depan Indonesia,” kata Komaruddin. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB