LPDB Jadikan Koperasi Desa di Palangka Raya Percontohan Program Koperasi Merah Putih

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koperasi Kelurahan di Kalteng bakal jadi proyek percontohan Kopdes Merah Putih/ist

Koperasi Kelurahan di Kalteng bakal jadi proyek percontohan Kopdes Merah Putih/ist

1TULAH.COM-Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) mulai fokus membidik koperasi-koperasi di tingkat desa dan kelurahan untuk dijadikan proyek percontohan dalam program strategis Koperasi Merah Putih.

Langkah awal ini diwujudkan dengan menunjuk dua Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai pionir program tersebut. Kedua koperasi terpilih adalah Kopkel Merah Putih Bukit Tunggal dan Kopkel Merah Putih Kalampangan, yang dinilai telah memiliki fondasi kelembagaan dan kepengurusan yang solid.

Direktur Utama LPDB, Supomo, menyatakan bahwa kedua koperasi ini akan diprioritaskan sebagai model percontohan. “Kedua koperasi tersebut selayaknya akan kita prioritaskan menjadi bahan sebagai koperasi percontohan, dimana kita mendapat tugas dari Kemenkop untuk membentuk 80 koperasi percontohan untuk Kopdes Merah Putih dari seluruh Indonesia,” ujarnya, dikutip Jumat (2/5/2025).

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah naungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), LPDB memiliki amanah sebagai Koordinator Wilayah IX dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Wilayah koordinasi ini meliputi Provinsi Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan kerja bersama Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop UKM, Henra Saragih, Dirut LPDB Supomo mengapresiasi langkah transformasi kedua koperasi menjadi Kopkel Merah Putih. “Kedua koperasi sudah memiliki aset dan beberapa unit usaha yang selanjutnya bisa dikembangkan sebagai Kopkel Merah Putih,” kata Supomo.

Potensi Unggul Kedua Koperasi Percontohan

Kopkel Merah Putih Bukit Tunggal telah memiliki infrastruktur yang memadai, termasuk tempat yang dapat dijadikan kantor koperasi, gerai sembako, hingga fasilitas kesehatan berupa klinik dan apotek. Sementara itu, Kopkel Kalampangan, yang sebelumnya dikenal sebagai Koperasi Harapan Tani Satu dan berlokasi di kawasan transmigrasi, telah eksis selama lima tahun dengan berbagai unit usaha yang berjalan, seperti penyaluran pupuk bersubsidi, peternakan, produksi sayur-mayur, penyaluran gas elpiji, dan warung sembako.

Baca Juga :  Target Produksi Batu Bara 2026 Turun 24%, Daerah Penghasil Terancam Krisis APBD: Waspada Barito Utara dan Murung Raya!

Supomo mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi kedua koperasi ini. “Jarang sekali Kopdes atau Kopkel terbentuk langsung sudah memiliki aset dan beberapa unit usaha yang bisa dikembangkan,” imbuhnya.

Langkah Selanjutnya: Legalitas dan Pengembangan Bisnis

Langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh kedua Kopkel ini adalah pengurusan legalitas koperasi, termasuk pengurusan akta koperasi, perubahan anggaran dasar, dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Setelah semua proses administrasi selesai, akta koperasi akan dicatatkan secara resmi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Saat ini, Kopkel Kalampangan memiliki anggota yang terdiri dari 32 Kelompok Tani (Poktan), di mana setiap Poktan beranggotakan sekitar 40 petani holtikultura. “Kawasan ini juga sudah menjadi lumbung sayuran bagi Kota Palangka Raya,” ungkap Supomo.

Setelah tahap pembentukan Kopkel Merah Putih rampung, LPDB akan memberikan pendampingan intensif kepada kedua koperasi dalam menyusun rencana bisnis (business plan). “Namun, dalam business plan itu, kita tidak akan mengubah mindset awal yang sudah terbangun. Kita tinggal mengembangkan saja,” jelas Supomo.

Kemenkop UKM Dukung Pengembangan Koperasi Percontohan

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kemenkop UKM, Henra Saragih, turut menyampaikan dukungannya agar kedua Kopkel di Palangka Raya ini dijadikan model percontohan, khususnya untuk wilayah Kalimantan Tengah.

“Kopkel Kalampangan sudah ada selama lima tahun sebagai penyalur pupuk bersubsidi bagi para petani holtikultura di Kelurahan Kalampangan,” kata Henra.

Mengenai Kopkel Bukit Tunggal, Henra menyoroti keberadaan unit usaha yang beragam dan telah berjalan, seperti warung sembako, penyediaan obat-obatan murah, klinik desa, dan lain-lain. “Keduanya juga menjadi contoh pengembangan dari koperasi yang sudah ada menjadi Kopkel Merah Putih. Bisnisnya sudah ada sebagai supporting pertanian, sebagai penyalur pupuk dan gas,” terang Henra. Ia optimis bahwa pengembangan usaha kedua Kopkel ini akan berjalan lebih mudah ke depannya.

Baca Juga :  Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Henra, yang sebelumnya menjadi narasumber dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pusat dan Daerah Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Palangka Raya, berharap agar jumlah anggota kedua Kopkel dapat mencapai jumlah maksimal penduduk di kedua kelurahan tersebut.

Terkait aspek legalitas, Henra menjelaskan bahwa kedua Kopkel telah memulai proses pembentukan sesuai prosedur, yang diawali dengan musyawarah desa khusus. “Kemudian, mereka menentukan siapa Kuasa menghadap notaris. Notaris juga sudah kita siapkan, untuk perubahan anggaran dasar bagi Kopkel Kalampangan. Setelah itu tinggal pengesahan di Kementerian Hukum,” jelasnya.

Henra menambahkan bahwa proses pengesahan di Kemenkumham saat ini sangat efisien dan dapat dilakukan secara daring. “Proses di Kementerian Hukum itu sangat cepat, dan bisa dilakukan secara online. Sistem di sana sudah siap, di mana begitu notaris masuk sudah ada fitur pengisian Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih,” papar Henra. Ia optimis bahwa Surat Keputusan (SK) pengesahan dapat selesai dalam waktu satu hari setelah semua berkas lengkap.

Pendampingan dan Pelatihan untuk Kemajuan Koperasi

Dalam perjalanannya, Kemenkop UKM melalui LPDB akan memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan kepada para pengurus dan pengawas Kopkel Merah Putih. “Pelatihan terkait usaha, kelembagaan, dan sebagainya. Lalu, mereka juga akan kita magangkan ke koperasi-koperasi yang bagus yang ada di Kota Palangka Raya. Kita akan selalu bersinergi dengan koperasi-koperasi yang sudah bagus,” pungkas Henra.

Langkah LPDB dalam membidik koperasi desa di Kalimantan Tengah ini menjadi angin segar bagi pengembangan koperasi di tingkat akar rumput. Diharapkan, keberhasilan Kopkel Merah Putih Bukit Tunggal dan Kopkel Merah Putih Kalampangan dapat menjadi inspirasi dan model bagi pembentukan koperasi serupa di seluruh Indonesia, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 13:23 WIB

Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Berita Terbaru