Pelindo Buka Suara Terkait Kapal Tongkang Tabrak Jembatan Mahakam

- Jurnalis

Minggu, 27 April 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

1TULAH.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Samarinda memberikan klarifikasi terkait insiden tabrakan tongkang dengan Jembatan Mahakam pada Sabtu (26/4) malam.

Menurut Tim Humas Pelindo Regional 4 Samarinda, Ali Akbar, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita, di luar jam operasional penggolongan kapal.

Saat kejadian, kapal tongkang milik PT SKA tengah melakukan olah gerak tambat untuk menunggu pelayanan penggolongan keesokan harinya.

Dalam proses tersebut, tali pengikat antara tugboat dan tongkang putus, menyebabkan tongkang hanyut ke arah bawah jembatan.

Baca Juga :  Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Ali Akbar menjelaskan bahwa upaya tugboat untuk menahan tongkang tidak berhasil, sehingga kapal tersebut melaporkan insiden kepada kepanduan Pelindo untuk meminta bantuan evakuasi.

Pelindo kemudian mengerahkan dua kapal tunda untuk melakukan evakuasi, namun posisi tongkang sudah melewati kolong jembatan dan mendekati Jety Pertamina. Akhirnya, evakuasi dilakukan di sekitar area Masjid Jami’ Darun Ni’mah, Karang Asam.

Ali menegaskan bahwa Pelindo berperan dalam membantu evakuasi sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan di wilayah kerja mereka.

Baca Juga :  Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Sementara itu, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian ini.

Ia menyoroti bahwa insiden seperti ini tidak seharusnya terjadi, mengingat sudah ada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1989 tentang zona steril di sekitar jembatan.

Sapto mendesak pertanggungjawaban dari KSOP dan Pelindo serta meminta segera diadakan rapat evaluasi.

Ia juga mendorong agar sementara waktu lalu lintas penggolongan jembatan ditutup guna mencegah korban jiwa, mengingat insiden tragis yang pernah terjadi di Jembatan Kutai Kartanegara.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

Berita Terbaru