Terungkap! Hasil Autopsi Jurnalis Palu Tewas di Hotel Jakbar: Bukan Kekerasan?

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

1TULAH.COM-Hasil autopsi jurnalis asal Palu yang ditemukan tewas di Hotel D’Paragon Jakbar akhirnya terkuak. Diduga bukan korban kekerasan?

Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Tanah Air menyusul ditemukannya seorang jurnalis asal Palu, Sulawesi Tengah, yang meninggal dunia di sebuah kamar Hotel D’Paragon yang berlokasi di kawasan Jakarta Barat.

 Setelah proses penyelidikan dan autopsi dilakukan oleh pihak berwenang, kini titik terang mengenai penyebab kematian korban mulai terkuak.

Kematian mendadak jurnalis yang belum diungkapkan identitasnya ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan rekan sejawat dan masyarakat.

Pihak kepolisian bergerak cepat untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab pasti kematian dan mengesampingkan adanya dugaan tindak pidana.

Hasil Autopsi Ungkap Fakta Baru?

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan forensik, hasil autopsi terhadap jenazah jurnalis asal Palu tersebut akhirnya diumumkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, hasil autopsi mengindikasikan bahwa penyebab kematian korban diduga kuat bukan disebabkan oleh tindak kekerasan atau penganiayaan.

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Waket III DPRD Kalteng Minta Pemda Fokus pada Potensi Kreatif dan Modal

Meskipun demikian, pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi secara detail mengenai penyebab medis pasti kematian korban. Proses penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti pendukung lainnya. Beberapa spekulasi yang beredar menyebutkan kemungkinan adanya riwayat penyakit tertentu yang diderita korban atau faktor kesehatan lainnya yang menjadi penyebab meninggalnya jurnalis tersebut.

Polisi Masih Lakukan Pendalaman:

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut dari hasil autopsi ditemukan adanya indikasi infeksi paru-paru pada jasad SW.

Kendati hasil autopsi mengarah pada dugaan non-kekerasan, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru menyimpulkan kasus ini.

Ia menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan memintai keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak hotel dan rekan-rekan korban.

“Kami telah menerima hasil autopsi, dan memang ada indikasi kuat bahwa korban meninggal bukan karena kekerasan fisik. Namun, kami tetap akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal,” ujarnya.saat dikonfirmasi oleh awak media.

Baca Juga :  Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Pihak Hotel Kooperatif:

Sementara itu, pihak Hotel D’Paragon menyebutkan, jika ada informasi lebih lanjut akan ooperatif dengan pihak kepolisian selama proses penyelidikan berlangsung. Mereka menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib dan turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa korban.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya tamu kami. Kami telah memberikan semua informasi dan rekaman CCTV yang dibutuhkan oleh pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan,” ujar salah seorang perwakilan hotel.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian jurnalis asal Palu di Hotel D’Paragon Jakbar masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Hasil autopsi mengindikasikan kuat bahwa korban meninggal bukan akibat tindak kekerasan, namun penyebab medisnya belum diungkapkan secara resmi. Kita tunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait kasus ini. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Satresnarkoba Polres Barut Berhasil Amankan Kasus Narkotika di Lanjas
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 05:43 WIB

Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Selasa, 28 April 2026 - 17:24 WIB

Satresnarkoba Polres Barut Berhasil Amankan Kasus Narkotika di Lanjas

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:39 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Berita Terbaru

Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani. Foto-ist

DPRD BARUT

Naruk Saritani Dukung Penuh Gerakan Indonesia ASRI di Muara Teweh

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:00 WIB