Sikap Tenang Prabowo Hadapi Tarif AS: Jajaran Menteri Diminta Tahan Komentar Demi Stabilitas Ekonomi

- Jurnalis

Minggu, 6 April 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto melayat ke Uskup Petrus Turang. (Suara.com/Bagaskara)

Presiden Prabowo Subianto melayat ke Uskup Petrus Turang. (Suara.com/Bagaskara)

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah hati-hati dalam menanggapi kebijakan Amerika Serikat terkait pembaharuan tarif yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Kepala negara menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk menahan diri dari memberikan komentar publik terkait kebijakan tersebut, demi menjaga stabilitas dan kondusivitas situasi dalam negeri.

Permintaan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Arahan utama yang ditekankan adalah pentingnya kecermatan dalam mengambil keputusan untuk melindungi kepentingan nasional dan memastikan situasi di dalam negeri tetap kondusif di tengah dinamika ekonomi global.

“Sebagai bagian dari komunitas internasional, Indonesia, meski tidak langsung, pasti terkena dampak dari situasi tersebut. Kewajiban kita sebagai pemimpin harus cermat dalam menyikapinya, guna menjaga situasi dalam negeri agar tetap kondusif,” ujar Mensesneg Prasetyo kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

Instruksi Tegas: Jajaran Pemerintah Dilarang Berkomentar Soal Tarif AS

Lebih lanjut, Mensesneg Prasetyo menyampaikan arahan kedua dari Presiden Prabowo, yaitu penekanan kepada seluruh jajaran kabinet untuk tidak memberikan komentar atau pendapat apapun terkait penerapan tarif baru oleh Amerika Serikat.

“Bapak presiden menekankan agar kita semua, menahan diri untuk tidak memberikan komentar ataupun pendapat atas penerapan kebijakan tarif yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut,” tegas Prasetyo.

Tiga Menteri Ditunjuk Sebagai Jurubicara Resmi Pemerintah

Untuk memastikan informasi yang disampaikan terkoordinasi dan tidak menimbulkan spekulasi, Presiden Prabowo menunjuk tiga menteri sebagai jurubicara resmi pemerintah terkait isu ini. Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Keuangan, dipersilakan menyampaikan komentar sesuai porsinya dengan tujuan untuk, sekali lagi, menjaga stabilitas dan situasi tetap kondusif, utamanya bidang ekonomi di dalam negeri,” jelas Prasetyo.

Baca Juga :  Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Upaya Jangka Panjang Prabowo Amankan Ekonomi Indonesia

Sebelumnya, Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah jauh-jauh hari mempersiapkan tiga langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat.

Menurut Noudhy, Presiden Prabowo telah merancang berbagai kebijakan strategis ini sejak awal masa jabatannya. “Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik,” kata Noudhy melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/4/2025).

“Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” imbuh Noudhy. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni
Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Berita Terbaru