Penelitian Temukan Kebiasaan Tidur yang Memicu Kerusakan Otak Lebih Cepat

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lustrasi tidur. (sumber: Freepik)

lustrasi tidur. (sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola tidur yang tidak sehat dapat mempercepat kerusakan pada otak dan meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan penyakit Alzheimer.

Kurangnya durasi tidur yang cukup, serta kualitas tidur yang buruk, terutama minimnya tidur nyenyak dan fase tidur REM, berpotensi menyebabkan penurunan fungsi memori, kemampuan kognitif, serta perubahan perilaku.

Peneliti utama sekaligus rekan pascadoktoral di Yale School of Medicine, Gawon Cho, menyampaikan bahwa area otak bernama parietal inferior mengalami penyusutan pada individu yang kurang tidur atau tidak mendapatkan fase REM yang cukup.

Wilayah otak ini berperan penting dalam mengolah informasi sensorik, termasuk persepsi ruang dan pergerakan. Penyusutan di area ini bisa menjadi tanda awal terjadinya gangguan neurodegeneratif.

Fase REM (Rapid Eye Movement), yang merupakan tahap terdalam dalam siklus tidur, berperan krusial dalam memproses emosi, memperkuat ingatan, serta membantu proses belajar.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Selama fase ini, aktivitas otak meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, mata bergerak dengan cepat, dan tekanan darah cenderung naik.

Dr. Richard Issacson, seorang ahli saraf preventif, mendukung hasil studi tersebut. Ia menegaskan bahwa tidur yang berkualitas berkaitan erat dengan kesehatan otak yang lebih baik, termasuk fungsi kognitif yang optimal dan volume otak yang lebih besar.

Pada saat tidur nyenyak, otak secara aktif membersihkan diri dari racun, membuang sel-sel yang rusak, serta melakukan proses perbaikan dan pemulihan tubuh secara menyeluruh. Oleh karena itu, tidur berkualitas sangat penting untuk menjaga fungsi otak tetap sehat.

Secara umum, orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7 hingga 8 jam per malam, dengan sekitar 20–25 persen dari total tidur tersebut dihabiskan dalam fase tidur nyenyak dan REM.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Namun demikian, data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa lebih dari sepertiga populasi dewasa di Amerika Serikat mengalami kekurangan tidur.

Selain itu, semakin bertambah usia, porsi tidur nyenyak dan REM cenderung menurun.

Karena fase REM biasanya terjadi pada akhir siklus tidur, kebiasaan tidur terlalu larut dan bangun terlalu pagi bisa mengurangi kemungkinan seseorang mencapai tahap tidur tersebut.

Maka dari itu, menjaga pola tidur yang sehat sangat penting. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Februari 2023, gaya hidup tidur yang baik dapat memperpanjang usia harapan hidup hingga hampir lima tahun bagi pria dan sekitar 2,5 tahun bagi wanita.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru