KPK Masih Buru Harun Masiku Usai Paulus Tannos Tertangkap

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buronan KPK Harun Masiku. Sumber foto : suara.com

Buronan KPK Harun Masiku. Sumber foto : suara.com

 

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengejaran terhadap Harun Masiku, mantan caleg PDI Perjuangan yang menjadi buron kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI, terus berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, Senin (27/1), usai penangkapan buron KPK lainnya, Paulus Tannos, oleh otoritas Singapura.

Tessa menegaskan bahwa proses pencarian Harun Masiku masih aktif dilakukan, meskipun tidak dapat membeberkan detail terkait langkah penyelidikan maupun kemungkinan adanya petunjuk baru.

Baca Juga :  Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Termasuk, pemeriksaan terhadap kerabat Harun, seperti Daniel Masiku, juga belum memberikan informasi yang dapat dibuka ke publik.

Sementara itu, Paulus Tannos, tersangka dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), kini ditahan sementara di Singapura selama 45 hari berdasarkan aturan perjanjian ekstradisi.

Tannos masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2021 dan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pada 2019 bersama tiga orang lainnya.

Baca Juga :  Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!

Adapun Harun Masiku telah menjadi buron sejak 2020 setelah berhasil lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Data dan ciri-ciri Harun telah diperbarui di daftar pencarian orang (DPO), termasuk tinggi badan 172 cm, rambut hitam, kulit sawo matang, berkacamata, berbadan kurus, bersuara sengau, serta memiliki logat Toraja atau Bugis.

KPK tetap berkomitmen dalam mengejar Harun Masiku, meskipun hingga saat ini keberadaannya belum ditemukan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan
Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon
DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting
Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!
Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi
Setahun Berjuang Lawan Sakit, Guruh Soekarnoputra Mengembuskan Napas Terakhir di RS Siloam
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:13 WIB

Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan

Senin, 28 September 2026 - 13:31 WIB

Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon

Senin, 28 September 2026 - 06:48 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:28 WIB

Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!

Minggu, 27 September 2026 - 09:17 WIB

Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi

Sabtu, 26 September 2026 - 09:14 WIB

Setahun Berjuang Lawan Sakit, Guruh Soekarnoputra Mengembuskan Napas Terakhir di RS Siloam

Sabtu, 26 September 2026 - 05:15 WIB

Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap

Berita Terbaru

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat membagikan air bersih gratis baru-baru ini. Fraksi Keadilan Pembangunan Nasional Demokrat (KPDN) DPRD Seruyan menyoroti pelayanan air bersih yang dikelola PDAM, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi mengganggu distribusi kepada masyarakat seperti saat ini.

Seruyan

Kualitas Air Belum Normal, PDAM Diminta Beri Kompensasi

Senin, 28 Sep 2026 - 15:40 WIB