Tirukan Suara Pemimpin Dunia dengan AI, PM Thailand Nyaris Tertipu

- Jurnalis

Kamis, 16 Januari 2025 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra. (Instagram Paetongtarn Shinawatra)

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra. (Instagram Paetongtarn Shinawatra)

1TULAH.COM-Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, hampir menjadi korban penipuan menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang meniru suara seorang pemimpin asing. Hal ini diungkapkannya pada Rabu (15/1/2025).

Paetongtarn, yang merupakan putri mantan Perdana Menteri sekaligus miliarder telekomunikasi Thaksin Shinawatra, menerima pesan suara yang terdengar identik dengan seorang pemimpin dunia, meski ia tidak mengungkapkan identitasnya.

“Dalam rekaman itu, dia mengatakan menantikan pertemuan dan kerja sama dengan saya,” ujar Paetongtarn

Ia mengaku melewatkan panggilan dari nomor yang sama pada malam hari, lalu menerima pesan suara kedua keesokan harinya yang membuatnya curiga.

Baca Juga :  Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Pesan tersebut menyatakan bahwa Thailand adalah satu-satunya negara ASEAN yang belum memberikan donasi.

“Saat saya mendengar itu, saya merasa ada yang tidak beres,” katanya.

Tak lama setelah itu, ia menerima pesan teks yang meminta uang dikirim ke rekening bank di luar Thailand, yang semakin mengonfirmasi kecurigaannya.

“Saya langsung tahu ini adalah penipuan saat melihat permintaan itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat

Fenomena call center scams memang marak di Thailand, di mana para penipu menyamar sebagai polisi, pejabat pemerintah, atau staf bank menggunakan robocall untuk menghubungi korban pertama kali.

Paetongtarn, yang berusia 38 tahun, baru saja melaporkan asetnya senilai lebih dari 400 juta dolar AS kepada komisi anti-korupsi Thailand.

Sementara itu, ayahnya, Thaksin Shinawatra, memiliki kekayaan bersih sebesar 2,1 miliar dolar AS menurut Forbes, menjadikannya orang terkaya ke-10 di Thailand. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut
Masuk Jajaran Wantimpres Prabowo, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam
Aturan Kepemilikan Tato bagi Anggota Polri: Ketentuan, Pengecualian Adat, dan Sanksi Disiplin
Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik 26 Anggota Wantimpres: Berikut Daftar Lengkap dan Perannya
Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga
Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang
Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Libas Thailand di SUGBK
Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Masuk Jajaran Wantimpres Prabowo, Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Aturan Kepemilikan Tato bagi Anggota Polri: Ketentuan, Pengecualian Adat, dan Sanksi Disiplin

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik 26 Anggota Wantimpres: Berikut Daftar Lengkap dan Perannya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2026: Legislator Kalteng Ajak Perkuat Falsafah Huma Betang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Libas Thailand di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Resmi Dilantik, Kapolri Suyudi Ario Seto Fokus Konsolidasi Internal dan Dekat dengan Masyarakat

Berita Terbaru