MK Hapus Presidential Threshold, Demokrasi Indonesia Menuju Babak Baru

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari. (Suara.com/Faqih)

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari. (Suara.com/Faqih)

1TULAH.COM-Dalam sebuah keputusan bersejarah, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus ketentuan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden. Putusan ini, yang tertuang dalam perkara Nomor 62/PUU-XXII/2024, dipastikan akan membawa perubahan signifikan dalam peta politik Indonesia.

Latar Belakang Penghapusan Presidential Threshold

Selama ini, ketentuan presidential threshold mensyaratkan partai politik atau gabungan partai politik memiliki minimal 20% kursi di DPR atau 25% suara sah nasional untuk dapat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Aturan ini seringkali dianggap sebagai pembatas bagi partai-partai politik kecil dan independen untuk berpartisipasi secara penuh dalam kontestasi pemilihan presiden.

Dampak Penghapusan Presidential Threshold

Penghapusan presidential threshold ini memiliki sejumlah implikasi, baik positif maupun negatif:

  • Peningkatan Partisipasi Politik: Dengan dihapuskannya ambang batas, partai politik kecil dan independen kini memiliki peluang yang lebih besar untuk mengusung calon presiden. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik dan memperkaya pilihan bagi pemilih.
  • Persaingan yang Lebih Sehat: Persaingan dalam pemilihan presiden diperkirakan akan semakin ketat. Partai politik akan terdorong untuk mengusung calon yang berkualitas dan memiliki program yang menarik bagi masyarakat.
  • Potensi Munculnya Banyak Pasangan Calon: Di sisi lain, penghapusan ambang batas juga berpotensi memunculkan banyak pasangan calon presiden. Hal ini dapat membuat kampanye pemilihan menjadi lebih kompleks dan membingungkan bagi pemilih.
  • Risiko Munculnya Politik Dinasti: Tanpa adanya ambang batas, dikhawatirkan akan semakin banyak dinasti politik yang ikut serta dalam kontestasi pemilihan presiden.
Baca Juga :  Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Tanggapan Pakar Hukum Tata Negara

Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, menyambut positif keputusan MK ini. Menurutnya, penghapusan presidential threshold sejalan dengan prinsip demokrasi dan memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memilih pemimpinnya. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pemilu agar tidak terjadi penyimpangan.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dukung Rencana Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 30 Hari

Rekomendasi MK dan Tantangan ke Depan

Dalam putusannya, MK juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada pembuat undang-undang untuk menyempurnakan sistem pemilu, di antaranya:

  • Semua partai politik peserta Pemilu berhak mengusulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
  • Tidak ada batasan berdasarkan persentase kursi DPR atau suara nasional.
  • Pengusulan pasangan calon harus mencegah dominasi partai besar agar pilihan pemilih tidak terbatas.
  • Partai yang tidak mengusulkan calon dikenakan sanksi berupa larangan mengikuti Pemilu berikutnya.

Penghapusan presidential threshold merupakan langkah maju dalam upaya memperkuat demokrasi di Indonesia. Namun, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan seluruh stakeholder, termasuk partai politik, pemerintah, dan masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya proses demokrasi menjadi kunci keberhasilan reformasi politik ini. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital
Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Pemkab Mura Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter, Kukuhkan Duta Baca

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:48 WIB

KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Berita Terbaru