Polisi Selidiki Kantor Jeju Air san Operator Bandara

- Jurnalis

Kamis, 2 Januari 2025 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

1TULAH.COM – Penyelidikan terhadap kecelakaan penerbangan Jeju Air di Bandara Internasional Muan pada 29 Desember, yang menewaskan 179 dari 181 orang di dalam pesawat, terus berlanjut.

Polisi Provinsi Jeolla Selatan melakukan penggeledahan di kantor Jeju Air di Seoul, operator bandara, dan otoritas penerbangan terkait di Muan untuk mencari dokumen dan bukti yang berhubungan dengan operasi pesawat dan fasilitas bandara.

Pesawat Boeing 737-800 nomor penerbangan 7C2216, yang berangkat dari Bandara Internasional Suvarnabhumi, Thailand, mengalami kecelakaan saat mendarat darurat. Pesawat itu menabrak dinding di ujung landasan pacu, menyebabkan ledakan besar. Hanya dua awak pesawat yang selamat dari insiden ini.

Baca Juga :  Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen

Penyelidikan awal menyoroti tanggul penyangga peralatan navigasi bandara, yang dinilai terlalu kaku dan terlalu dekat dengan landasan pacu. Tanggul ini terbuat dari beton keras yang tidak sesuai dengan standar tiang logam fleksibel. Desain ini dianggap berkontribusi terhadap dampak fatal saat pesawat menabrak tanggul.

Para penyelidik juga sedang mencari tahu alasan roda pendaratan pesawat tidak digunakan dan apa yang menyebabkan pilot memutuskan untuk mencoba pendaratan kedua setelah melaporkan adanya tabrakan dengan burung dan mengumumkan keadaan darurat.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Perekam data penerbangan (FDR) pesawat telah dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) dengan dukungan dari Federal Aviation Administration (FAA) dan Boeing.

Data dari perekam suara kokpit diharapkan selesai dikonversi menjadi berkas audio dalam beberapa hari mendatang untuk memberikan wawasan lebih lanjut tentang menit-menit terakhir sebelum kecelakaan terjadi.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru