1.500 Eks Anggota JI Bubarkan Diri, Berikrar Setia kepada NKRI

- Jurnalis

Minggu, 22 Desember 2024 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 1.500 anggota eks Jamaah Islamiyah (JI) mendeklarasikan pembubaran organinasinya. (Dok. Ist)

Sebanyak 1.500 anggota eks Jamaah Islamiyah (JI) mendeklarasikan pembubaran organinasinya. (Dok. Ist)

1TULAH.COM-Dalam sebuah peristiwa bersejarah, sebanyak 1.500 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) secara resmi mendeklarasikan pembubaran organisasi mereka dan menyatakan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu (21/12/2024).

Deklarasi yang berlangsung di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, ini menandai tonggak penting dalam upaya pemerintah Indonesia memberantas radikalisme dan terorisme.

Suasana haru dan penuh semangat membahana saat para mantan anggota JI serempak mengucapkan ikrar setia pada NKRI. Teriakan takbir yang menggema menjadi bukti kuat tekad mereka untuk kembali ke jalan yang benar.

Strategi Humanis Berbuah Manis

Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo, mengungkapkan bahwa keberhasilan membubarkan JI ini tidak lepas dari penerapan strategi humanis yang konsisten sejak tahun 2019. Melalui pendekatan dialogis dan persuasif, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berhasil merangkul para mantan anggota JI dan mengajak mereka untuk kembali ke pangkuan NKRI.

Baca Juga :  Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

“Ini adalah contoh nyata bahwa pendekatan kekerasan bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah terorisme. Dengan kesabaran dan ketegasan, kita bisa merubah hati dan pikiran mereka,” ujar Sentot.

Indonesia Jadi Role Model Dunia

Keberhasilan Indonesia membubarkan JI secara damai menjadi sorotan dunia. Strategi deradikalisasi yang diterapkan Indonesia dinilai sangat efektif dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang sedang menghadapi masalah serupa.

Dampak Positif bagi Indonesia

Pembubaran JI membawa sejumlah dampak positif bagi Indonesia, antara lain:

  • Meningkatkan stabilitas keamanan: Dengan berkurangnya ancaman terorisme, Indonesia akan menjadi negara yang lebih aman dan kondusif bagi investasi dan pariwisata.
  • Menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa: Keputusan para mantan anggota JI untuk kembali ke NKRI menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masih hidup di kalangan masyarakat.
  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah: Keberhasilan pemerintah dalam menangani masalah terorisme akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.
Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Meskipun telah mencapai keberhasilan yang signifikan, pemerintah Indonesia tidak boleh lengah. Tantangan dalam memerangi terorisme masih akan terus ada. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk mencegah munculnya kelompok-kelompok radikal baru dan memastikan bahwa mantan anggota JI tidak kembali ke jalan yang salah. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan
Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Berita Terbaru