Panggilan Tim Jaksa Korea Selatan Diabaikan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2024 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Presiden Yoon Suk Yeol (sumber: suara.com)

Foto Presiden Yoon Suk Yeol (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Usai resmi dimakzulkan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Minggu (15/12/2024) mengabaikan pemanggilan Tim Jaksa Penuntut umum hadir terkait pemeriksaan soal pemberlakuan darurat militer 3 Desember lalu. Yoon tetap tak hadir, padahal tim jaksa sendiri sudah mengirimkan panggilan pada Rabu (11/12).

Panggilan itu meminta ia untuk berhadir menjalani proses interogasi pada Minggu. Jaksa berencana untuk segera mengirimkan panggilan kedua untuk Yoon, yang saat ini berstatus tersangka atas kemungkinan adanya pengkhianatan terhadap negara usai darurat militer yang ia deklarasikan ditolak parlemen.

Dengan terjadinya tragedi ini, Korea Selatan sendiri sedang berada dalam kondisi krisis politik yang sangat rumit usai Yoon mengumumkan pemberlakuan darurat militer. Status itu dibatalkan oleh parlemen beberapa jam kemudian.

Yoon dimakzulkan oleh Majelis Nasional, yang dipimpin oposisi, pada Sabtu (14/12) usai beberapa anggota parlemen dari partai penguasa mendukung mosi tersebut. Yoon sendiri sebelumnya sudah selamat dari upaya pemakzulan pertama awal bulan ini setelah anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa memboikot pemungutan suara.

Saat ini, keadaan Yoon sangat bergantung dengan keputusan Mahkamah Konstitusi, yang mempunyai waktu 180 hari untuk mengambil keputusan apakah akan menguatkan atau membatalkan pemakzulan itu. Jika pemakzulan atas Yoon dikukuhkan, pemilihan presiden baru harus digelar dalam waktu 60 hari.

Langkah pemakzulan ini memicu penyelidikan besar, yang juga mencakup diri Yoon sendiri. Ia sudah menjadi presiden pertama yang menghadapi dakwaan pengkhianatan dan pemberontakan, serta larangan bepergian ke luar negeri.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!
Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:02 WIB

Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Berita Terbaru