TikTok di Amerika Serikat Bakal Dibanned Tahun Depan

- Jurnalis

Selasa, 10 Desember 2024 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi TikTok. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi TikTok. Sumber foto : suara.com

 

1TULAH.COM – Pengguna TikTok di Amerika Serikat menghadapi kemungkinan tidak dapat lagi menggunakan aplikasi tersebut setelah larangan resmi diberlakukan pada 19 Januari 2025.

Larangan ini terjadi setelah pengadilan banding AS mendukung undang-undang yang mengharuskan TikTok memisahkan diri dari perusahaan induknya di China, ByteDance, atau dilarang beroperasi di AS.

Aturan ini berdampak besar pada TikTok, yang memiliki lebih dari 170 juta pengguna di negara tersebut. Toko aplikasi seperti Apple dan Google juga dapat dikenakan denda jika tetap menyediakan TikTok setelah batas waktu, kecuali aplikasi tersebut dijual kepada pihak lain.

Pengguna yang sudah mengunduh TikTok kemungkinan masih dapat menggunakan aplikasi untuk sementara waktu, tetapi tidak akan menerima pembaruan, yang pada akhirnya dapat membuat aplikasi tidak efektif.

TikTok berencana membawa kasus ini ke Mahkamah Agung AS, dengan alasan bahwa larangan tersebut melanggar hak kebebasan berbicara warga negara. Juru bicara TikTok, Michael Hughes, menyatakan keyakinannya bahwa Mahkamah Agung akan mendukung prinsip konstitusional ini.

TikTok juga menegaskan tidak berencana memisahkan diri dari ByteDance, menyebut larangan tersebut sebagai upaya untuk membungkam suara jutaan pengguna di AS dan dunia.

Ada beberapa opsi untuk mencegah larangan ini, termasuk intervensi Presiden terpilih Donald Trump setelah ia resmi menjabat atau perpanjangan tenggat waktu hingga 90 hari oleh Presiden Joe Biden. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa Biden akan mengambil langkah tersebut.

Larangan ini memicu perdebatan luas tentang privasi, kebebasan berbicara, dan dampak geopolitik hubungan antara AS dan China. Keputusan akhir kasus ini berpotensi menjadi momen penting dalam regulasi platform media sosial secara global.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Bukan Bebas Hangus Total, MK Tegaskan Operator Wajib Beri Pilihan Paket Data
Samsung Luncurkan Intelligent Eyewear, Kacamata Pintar yang Andalkan AI dan Kontrol Suara
Samsung Bawa Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Tangguh untuk Petualangan dan Pemantauan Kesehatan
Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir
Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya
Pesawat CN-235 Terdeteksi di Venezuela, Jadi Andalan Pasukan Khusus AS Januari 2026
Rekomendasi HP Infinix Terbaik 2025, Mulai Rp1 Jutaan
Kabar Baik untuk Orang Tua! Meta Perluas Fitur Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:08 WIB

Bukan Bebas Hangus Total, MK Tegaskan Operator Wajib Beri Pilihan Paket Data

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:04 WIB

Samsung Luncurkan Intelligent Eyewear, Kacamata Pintar yang Andalkan AI dan Kontrol Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:47 WIB

Samsung Bawa Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Tangguh untuk Petualangan dan Pemantauan Kesehatan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:37 WIB

Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:48 WIB

Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:27 WIB

Pesawat CN-235 Terdeteksi di Venezuela, Jadi Andalan Pasukan Khusus AS Januari 2026

Senin, 3 November 2025 - 22:00 WIB

Rekomendasi HP Infinix Terbaik 2025, Mulai Rp1 Jutaan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 01:19 WIB

Kabar Baik untuk Orang Tua! Meta Perluas Fitur Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia

Berita Terbaru