Harga Emas Antam Terus Menguat, Sentuh Rp1.514.000 per Gram Hari Ini

- Jurnalis

Selasa, 3 Desember 2024 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas antam (sumbr: suara.com)

Ilustrasi emas antam (sumbr: suara.com)

1TULAH.COM-Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren kenaikan pada hari Selasa (3/12/2024). Untuk ukuran satu gram, harga emas Antam kini dibanderol sebesar Rp1.514.000, naik Rp5.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya.

Kenaikan harga emas Antam ini menunjukkan peningkatan minat investor terhadap logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain harga jual, harga buyback emas Antam juga ikut mengalami kenaikan sebesar Rp6.000 per gram, menjadi Rp1.362.000.

[Tambahkan kutipan dari analis pasar atau ahli keuangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga emas]

Baca Juga :  Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Faktor Penggerak Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi kenaikan harga emas antara lain:

  • Tingginya inflasi: Inflasi yang terus meningkat membuat investor mencari aset safe-haven seperti emas untuk melindungi nilai uang mereka.
  • Ketidakpastian geopolitik: Ketegangan geopolitik global dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
  • Kinerja pasar saham: Ketika pasar saham bergejolak, investor cenderung beralih ke aset yang lebih stabil seperti emas.

Tips Investasi Emas

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi dalam emas, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  • Beli emas fisik: Membeli emas fisik seperti emas batangan atau perhiasan adalah cara yang aman untuk berinvestasi dalam emas.
  • Beli emas melalui produk investasi: Anda juga bisa berinvestasi dalam emas melalui produk investasi seperti reksa dana emas atau exchange-traded fund (ETF) emas.
  • Perhatikan biaya: Setiap produk investasi emas memiliki biaya yang berbeda-beda, seperti biaya pengelolaan dan biaya transaksi.
  • Diversifikasi portofolio: Jangan hanya berinvestasi dalam emas, diversifikasi portofolio dengan berbagai jenis aset lain dapat membantu mengurangi risiko. (Sumber:Suara.com)
Baca Juga :  Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?

 

Berita Terkait

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja
Pemkab Murung Raya Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersama KPK
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun
Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik
Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran
Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas
Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026
Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Berita Terbaru