Anggaran Makan Bergizi Gratis jadi Rp.10.000, Ini Kata Cak Imin

- Jurnalis

Senin, 2 Desember 2024 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PKB Muhaimin Iskandar (sumber: suara.com)

Ketum PKB Muhaimin Iskandar (sumber: suara.com)

 

1TULAH.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memberikan tanggapan terkait pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis menjadi Rp10 ribu per anak. Menurutnya, pemerintah tidak sembarangan dalam menetapkan angka tersebut.

“Tentu hasil hitungan yang saya kira tidak gegabah,” ujar Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember.

Ia menambahkan bahwa program tersebut saat ini masih dalam tahap simulasi dan uji coba, sehingga nantinya akan disesuaikan dengan standar gizi minimum yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

Cak Imin menjelaskan bahwa proses simulasi ini dilakukan hingga akhir tahun, sebelum implementasi penuh dimulai pada Januari. “Pasti ada aspek-aspek minimum dari kebutuhan gizi itu yang harus masuk,” tegas Ketua Umum PKB tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp10 ribu per porsi. Saat mengumumkan kebijakan ini melalui kanal YouTube pada Sabtu, 30 November, Prabowo menyebut dirinya awalnya menginginkan anggaran Rp15 ribu per porsi. Namun, pemerintah menilai Rp10 ribu cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dasar di berbagai daerah.

Baca Juga :  Raisa Komentar "Kue Putu" di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

“Kita ingin Rp15 ribu, tapi kondisi anggaran mungkin Rp10 ribu untuk daerah-daerah cukup. Cukup bermutu dan bergizi,” ujar Prabowo.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah
Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10
DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik
Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan
Eks Menag Gus Yaqut Didakwa Terima USD 271.500 dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp622 Miliar
Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan
KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:29 WIB

DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:21 WIB

KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru