La Nina Bakal Selimuti Indonesia Hingga Bulan Ini

- Jurnalis

Senin, 28 Oktober 2024 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pengendara motor mengenakan jas hujan saat berkendara saat hujan deras.

Ilustrasi: Pengendara motor mengenakan jas hujan saat berkendara saat hujan deras.

 

KALTENGLIMA.COM – Fenomena La Nina menjadi perhatian masyarakat karena Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) baru-baru ini memperkirakan bahwa La Nina akan muncul pada periode September-November dan dapat berlangsung hingga Maret 2025. Mengingat dampak La Nina, masyarakat Indonesia diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan pengaruhnya.

La Nina adalah fenomena di mana suhu permukaan laut di wilayah tertentu lebih dingin dari biasanya, sekitar -0,5 derajat atau lebih rendah.

Di Indonesia, hal ini biasanya meningkatkan frekuensi hujan, yang bisa memicu banjir dan badai tropis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa La Nina akan muncul di Indonesia mulai Oktober 2024.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Perkuat Peran Posyandu untuk Cegah Stunting

Menurut laporan BMKG, Indeks ENSO menunjukkan kemungkinan La Nina terjadi mulai Oktober 2024, dengan IOD diperkirakan tetap Netral hingga Februari 2025.

BMKG juga memperkirakan hujan akan lebih sering di sebagian wilayah Indonesia, dengan peningkatan curah hujan sebesar 20 hingga 40 persen hingga November, dan curah hujan lebih tinggi di wilayah Barat Indonesia pada Desember hingga Mei.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Teror Pembakaran di Matraman Berhasil Diamankan Polisi

La Nina juga diperkirakan berdampak pada kesehatan dan ekonomi. Di sektor kesehatan, La Nina dapat memicu peningkatan penyakit menular yang terbawa air seperti diare dan hepatitis A, terutama di wilayah rawan banjir.

Sementara itu, di sektor pertanian, curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan gagal panen akibat banjir, dan sektor perikanan mungkin terganggu karena berkurangnya ikan di lautan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Polisi Tangkap Dua Pelaku Begal Penembak Bripka Arya Supena Hingga Meninggal
Dongkrak Sektor Strategis, DPRD Kalteng Soroti Hilirisasi hingga Kewajiban Plasma Perkebunan
Sakit Hati Mendiang Epy Kusnandar Didoakan ‘Mampus’, Karina Ranau Adukan Netizen ke Polres Jaksel
Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya
PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:31 WIB

Polisi Tangkap Dua Pelaku Begal Penembak Bripka Arya Supena Hingga Meninggal

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:40 WIB

Dongkrak Sektor Strategis, DPRD Kalteng Soroti Hilirisasi hingga Kewajiban Plasma Perkebunan

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:04 WIB

Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:58 WIB

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:50 WIB

PWI Murung Raya Bangun Kekompakan Tim Menuju Turnamen Futsal DAS Barito dan Gunung Mas

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Berita Terbaru

Foto Ketua DPRD Barut, Hj Merry Rukaini

DPRD BARUT

Pimpinan dan Anggota DPRD Barut Hadir dalam Rakor KPK

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:57 WIB