Triliunan Aliran Modal Asing Kembali Kabur dari Indonesia, Rupiah Tertekan!

- Jurnalis

Minggu, 27 Oktober 2024 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi saham [Shutterstock]

Ilustrasi saham [Shutterstock]

1TULAH.COM-Aliran modal asing kembali menunjukkan tren negatif. Bank Indonesia (BI) mencatat pada periode 21-24 Oktober 2024, investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp6,63 triliun di pasar keuangan domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa mayoritas dana asing yang keluar berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp4,53 triliun. Selain itu, pasar saham juga mengalami aliran keluar sebesar Rp3,01 triliun, sementara Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kehilangan Rp0,91 triliun.

“Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen 24 Oktober 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp44,48 triliun di pasar saham, Rp47,31 triliun di pasar SBN dan Rp195,39 triliun di SRBI,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Minggu (27/10/2024).

Kaburnya dana asing itu membuat pergerakan nilai tukar rupiah loyo. Tercatat, rupiah melemah di level Rp15.580 per dolar AS pada pagi hari Jumat.

Baca Juga :  Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang

Dampak terhadap Rupiah

Akibat aksi jual besar-besaran oleh investor asing, nilai tukar rupiah pun tertekan. Pada Jumat pagi, rupiah melemah ke level Rp15.580 per dolar AS. Selain itu, imbal hasil atau yield SBN 10 Tahun juga ikut turun menjadi 6,68%.

“Premi CDS Indonesia 5 tahun per 24 Oktober 2024 sebesar 68,04 bps, naik dibandingkan 18 Oktober 2024 sebesar 67,39 bps,” tambah Ramdan.

Penyebab Aliran Modal Keluar

Beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penyebab aliran modal asing keluar dari Indonesia antara lain:

  • Kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS: Kenaikan suku bunga di AS membuat investasi di negara maju menjadi lebih menarik bagi investor asing.
  • Ketidakpastian global: Peningkatan ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global juga membuat investor cenderung mencari aset yang lebih aman.
  • Penilaian investor terhadap prospek ekonomi Indonesia: Perubahan sentimen investor terhadap ekonomi Indonesia juga dapat mempengaruhi aliran modal asing.
Baca Juga :  Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Upaya Bank Indonesia

Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan secara keseluruhan. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

  • Koordinasi dengan Pemerintah: BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
  • Optimalisasi bauran kebijakan: BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Meskipun aliran modal asing keluar masih menjadi tantangan, namun Bank Indonesia optimis bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang kuat akan mampu mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:33 WIB

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Berita Terbaru

Sejumlah anggota Damkar saat melakukan pemadaman pada salah satu lahan yang terbakar. Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD secara resmi memutuskan untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan Tahun 2026.

Seruyan

Suling Tambun Nihil Karhutla, Seruyan Hilir Timur Terparah

Senin, 2 Nov 2026 - 15:23 WIB