LPPNU Luncurkan Program Sawit Goes to Pesantren, Edukasi Santri tentang Manfaat Sawit

- Jurnalis

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LPPNU menyelenggarakan kegiatan Launching Program Sawit Goes to Pesantren untuk mengedukasi santri dan warga Nahdliyin terkait manfaat serta kontribusi sawit bagi perekonomian Indonesia.

LPPNU menyelenggarakan kegiatan Launching Program Sawit Goes to Pesantren untuk mengedukasi santri dan warga Nahdliyin terkait manfaat serta kontribusi sawit bagi perekonomian Indonesia.

1TULAH.COM-Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) secara resmi meluncurkan program “Sawit Goes to Pesantren”.

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada santri dan warga Nahdliyin mengenai pentingnya perkebunan kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia. Peluncuran ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Acara peluncuran yang berlangsung meriah dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto.

Menyelesaikan Permasalahan Petani Sawit Rakyat

Sekretaris Pengurus LPP PBNU, Dr. Tri Chandra Aprianto, mengungkapkan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang dihadapi petani sawit rakyat, terutama terkait legalitas lahan, tumpang tindih lahan, dan penguatan kelembagaan.

Baca Juga :  Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

“Banyak pengaduan dari petani sawit rakyat di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Riau yang menghadapi berbagai tantangan,” ujar Tri Chandra, Sabtu (26/10/2024).

Ia menekankan pentingnya mencari solusi bersama untuk mengatasi permasalahan ini, sehingga program Peremajaan Sawit Rakyat dapat berjalan dengan lancar.

Sawit sebagai Solusi Ekonomi

Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kelapa sawit memiliki efisiensi yang tinggi dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. “Satu ton minyak sawit hanya membutuhkan lahan seluas 0,3 hektar, sedangkan minyak kedelai membutuhkan lahan hingga 4 hektar,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Tujuan Program Sawit Goes to Pesantren

Program Sawit Goes to Pesantren memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  • Meningkatkan literasi sawit di kalangan santri dan masyarakat: Memberikan pemahaman yang benar tentang perkebunan kelapa sawit dan perannya dalam pembangunan ekonomi.
  • Mendorong pengembangan sawit berkelanjutan: Menanamkan kesadaran akan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam budidaya kelapa sawit.
  • Memberdayakan petani sawit rakyat: Membantu petani sawit mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dan meningkatkan produktivitas.
  • Menghubungkan pesantren dengan sektor perkebunan: Membuka peluang bagi pesantren untuk terlibat dalam pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit.
Baca Juga :  Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Program Sawit Goes to Pesantren merupakan langkah strategis untuk meningkatkan peran pesantren dalam pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Dengan memberikan edukasi yang komprehensif kepada santri dan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sawit berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Selasa, 3 November 2026 - 05:33 WIB

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Berita Terbaru