Buntut OTT Kalsel, KPK Bakal Evaluasi E-Katalog

- Jurnalis

Kamis, 10 Oktober 2024 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kantor KPK (suara.com)

Ilustrasi kantor KPK (suara.com)

 

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengevaluasi sistem pengadaan melalui E-Katalog.

Langkah ini diambil setelah adanya temuan rekayasa dalam lelang proyek pengadaan barang dan jasa di Kalimantan Selatan, yang terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menjelaskan bahwa penggunaan E-Katalog yang seharusnya mempermudah pengadaan, justru dimanipulasi menjadi seperti penunjukan langsung melalui media elektronik.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Dalam kasus OTT tersebut, KPK menemukan bahwa persyaratan lelang proyek diatur sedemikian rupa sehingga hanya perusahaan tertentu yang dapat mengikuti dan memenangkan proyek tersebut. Hal ini menyebabkan proses pengadaan barang dan jasa melalui E-Katalog menjadi tidak transparan.

Oleh karena itu, KPK dan LKPP berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap E-Katalog untuk mencegah celah korupsi dalam sistem tersebut.

Baca Juga :  BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Kasus ini melibatkan tujuh tersangka, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, dan sejumlah pejabat serta pihak swasta.

Proyek yang menjadi objek perkara antara lain pembangunan lapangan sepak bola, Gedung Samsat Terpadu, dan kolam renang, dengan total nilai proyek mencapai puluhan miliar rupiah.

Manipulasi dilakukan dengan membocorkan harga perkiraan dan kualifikasi perusahaan, serta melibatkan konsultan yang terkait dengan pemberi suap.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Berita Terbaru

Ketua Pengcab ORADO Murung Raya, Reno S.Kom

Berita

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB