Perempuan Perkotaan Lebih Rentan KDRT: Fakta Mengejutkan dari Survei Terbaru

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KDRT. (Pixabay/@Tumisu)

Ilustrasi KDRT. (Pixabay/@Tumisu)

1TULAH.COM-Sebuah temuan mengejutkan terungkap dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Survei ini menunjukkan bahwa perempuan di perkotaan dengan pendidikan lebih tinggi dan memiliki pekerjaan justru lebih sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dibandingkan dengan perempuan di pedesaan.

Perempuan Perkotaan: Korban Tersembunyi

Angka prevalensi KDRT pada perempuan di perkotaan mencapai 21,4% dalam setahun terakhir, lebih tinggi dibandingkan di pedesaan yang hanya 19,2%. Fakta ini membalikkan pandangan umum bahwa KDRT lebih sering terjadi pada perempuan di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan rendah.

Ratna Susianawati, Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, menjelaskan bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa KDRT tidak mengenal batas sosial ekonomi. Perempuan dengan status sosial yang lebih tinggi pun tidak kebal dari ancaman kekerasan dalam rumah tangga.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Lepas 10 Ribu Benih Lele Guna Dukung Ketahanan Pangan

Mengapa Perempuan Perkotaan Lebih Rentan?

Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab tingginya angka KDRT pada perempuan perkotaan antara lain:

  • Ekspektasi yang Tinggi: Perempuan perkotaan seringkali menghadapi tekanan sosial yang tinggi untuk sukses dalam karier dan kehidupan pribadi. Hal ini dapat memicu konflik dalam rumah tangga jika pasangan tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut.
  • Perubahan Peran Gender: Perubahan peran gender yang cepat di perkotaan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam dinamika hubungan suami istri.
  • Kurangnya Dukungan Sosial: Meskipun memiliki akses yang lebih baik ke layanan sosial, perempuan perkotaan mungkin enggan melaporkan kasus KDRT karena takut stigma sosial atau kehilangan pekerjaan.

Apa yang Perlu Dilakukan?

Untuk mengatasi masalah KDRT pada perempuan perkotaan, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, antara lain:

  • Peningkatan Kesadaran: Kampanye sosialisasi tentang KDRT perlu terus digalakkan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang kekerasan dalam rumah tangga.
  • Penguatan Hukum: Penegakan hukum terhadap pelaku KDRT harus dilakukan secara konsisten dan tegas.
  • Peningkatan Akses Layanan: Perlu disediakan lebih banyak layanan dukungan bagi korban KDRT, seperti shelter, konseling, dan bantuan hukum.
  • Pemberdayaan Perempuan: Membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri dari kekerasan.
Baca Juga :  Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan

Temuan survei KPPPA ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa KDRT adalah masalah serius yang dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. Kita perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi semua perempuan. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Berita Terbaru

Ketua Pengcab ORADO Murung Raya, Reno S.Kom

Berita

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB