1TULAH.COM-Pemberdayaan perempuan menjadi isu sentral dalam pembangunan suatu bangsa. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, upaya untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan terus dilakukan.
Salah satu langkah strategis yang digaungkan adalah pentingnya pendidikan nonformal sebagai sarana untuk memberdayakan perempuan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, secara tegas menyuarakan pentingnya pendidikan nonformal dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan kaum perempuan.
Menurutnya, melalui program-program pelatihan keterampilan, perempuan dapat memperoleh bekal yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Pendidikan formal memang penting, namun kita tidak bisa mengabaikan peran pendidikan nonformal dalam memberdayakan perempuan. Lewat program-program pelatihan keterampilan, perempuan bisa mendapatkan bekal yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ucapnya, Jumat (27/9).
Ia menegaskan, bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan nonformal tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pendidikan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, hingga peningkatan pengetahuan tentang kesehatan keluarga.
Dengan keterampilan yang mumpuni, perempuan diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam menggerakkan perekonomian keluarga.
“Pemberdayaan perempuan harus menyeluruh, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Dengan memberikan akses pelatihan, seperti menjahit, memasak, kerajinan tangan, hingga kewirausahaan, kita dapat membantu perempuan agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ujarnya, Jumat (27/9/2024).
Ia menambahkan, bahwa di beberapa daerah terpencil di Kalteng, masih banyak perempuan yang belum mendapatkan akses pendidikan nonformal. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk lebih proaktif dalam menyelenggarakan program-program pelatihan yang menjangkau hingga ke pelosok.
Hal ini, katanya, penting agar semua perempuan, tanpa terkecuali, bisa merasakan manfaat dari pendidikan nonformal.
Mengapa Pendidikan Nonformal Penting?
Pendidikan nonformal memiliki peran yang sangat krusial dalam konteks pemberdayaan perempuan. Beberapa alasan mengapa pendidikan nonformal begitu penting antara lain:
- Fleksibilitas: Pendidikan nonformal menawarkan fleksibilitas waktu dan tempat yang lebih besar dibandingkan dengan pendidikan formal. Hal ini memungkinkan perempuan, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab keluarga, untuk tetap belajar sambil menjalankan peran domestik.
- Relevansi: Program-program pendidikan nonformal dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik masyarakat, termasuk perempuan. Kurikulum yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari membuat peserta lebih mudah menyerap materi dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
- Keterampilan Praktis: Pendidikan nonformal lebih fokus pada pengembangan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti keterampilan kewirausahaan, manajemen, dan teknologi informasi. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting bagi perempuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
- Pemberdayaan: Pendidikan nonformal tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memberdayakan perempuan untuk lebih percaya diri, mandiri, dan berani mengambil keputusan.
Tantangan dalam Pengembangan Pendidikan Nonformal untuk Perempuan
Meskipun pentingnya pendidikan nonformal sudah diakui, namun masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi dalam pengembangannya, antara lain:
- Kurangnya kesadaran: Masih banyak masyarakat, terutama di daerah pedesaan, yang belum menyadari pentingnya pendidikan nonformal bagi perempuan.
- Keterbatasan akses: Akses terhadap program pendidikan nonformal masih terbatas, terutama di daerah terpencil. Faktor-faktor seperti jarak, biaya, dan kurangnya informasi menjadi kendala utama.
- Kualitas program: Kualitas program pendidikan nonformal yang ada belum merata. Beberapa program masih kurang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan tidak didukung oleh fasilitas yang memadai.
- Stereotipe gender: Persepsi masyarakat yang masih memandang perempuan sebagai sosok yang hanya cocok untuk pekerjaan domestik menjadi hambatan bagi partisipasi perempuan dalam pendidikan nonformal.
Solusi dan Rekomendasi
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan berbagai upaya, antara lain:
- Sosialisasi: Pemerintah dan berbagai pihak terkait perlu meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan nonformal bagi perempuan.
- Peningkatan akses: Perlu dilakukan upaya untuk memperluas akses terhadap program pendidikan nonformal, baik melalui peningkatan jumlah lembaga pelatihan maupun penyediaan beasiswa.
- Peningkatan kualitas: Program pendidikan nonformal perlu terus ditingkatkan kualitasnya, baik dari segi kurikulum, tenaga pengajar, maupun fasilitas.
- Kemitraan: Perlu dibangun kemitraan yang kuat antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan program pendidikan nonformal yang berkualitas.
- Perubahan mindset: Upaya mengubah mindset masyarakat tentang peran perempuan juga perlu dilakukan. Melalui kampanye dan edukasi, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai kontribusi perempuan dan mendukung partisipasi mereka dalam berbagai bidang.
Pendidikan nonformal memiliki potensi yang sangat besar untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak.
“Dukungan dari sektor swasta dan LSM sangat diperlukan, karena mereka bisa memberikan bantuan, baik itu dalam hal pendanaan maupun pendampingan. Kerja sama yang baik akan memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ini,” pungkas politisi Partai Golkar ini.
Dengan dukungan yang kuat, pendidikan nonformal dapat menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan kesetaraan gender dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (Ingkit)

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)







![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-225x129.jpg)







![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-360x200.jpg)



![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



