Anies Baswedan Gagal Jadi Cagub, Angka Golput di Jakarta Diprediksi Meningkat

- Jurnalis

Rabu, 28 Agustus 2024 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (sumber: suara.com)

Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Anies Baswedan gagal menjadi calon gubernur Jakarta, diperkirakan akan meningkatkan jumlah golput ketika Pilkada serentak 2024. Terlebih, perolehan suara Anies di Jakarta saat pilpres cukup banyak, yaitu 2.653.762 suara atau 41,07 persen.

Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan), Haunan Fachry Rohilie, menilai pasti akan ada masyarakat pendukung Anies di Jakarta yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya ketika pemungutan suara Pilkada 2024.

“Kalau lihat perolehan pilpres kemarin, Anies Baswedan sekitar 40-an persen. Pasti ada nanti pendukung fanatik Anies yang tidak menggunakan hak suaranya. Tapi saya rasa tidak akan sampai sebesar itu tingkat masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya,” kata Haunan

Baca Juga :  KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Dia tak menampik akan adanya kenaikan angka golput di Pilkada Jakarta 2024. Meski begitu, para calon cagub-cawagub lainnya juga bukan figur baru. Sehingga, masyarakat tetap ada pertimbangan untuk memilih mereka.

Termasuk pendukung loyalis Anies di Jakarta, bukan tak mungkin akan membelokan dukungannya kepada salah satu paslon.

“Pilkada itu pertarungan figur atau personalitas, tentu bisa jadi magnet untuk para pendukung Anies pindah haluan. Terkait dengan parpol bertentangan dengan kehendak rakyat, itulah fenomena disfungsi parpol. Tapi yg namanya kepentingan, siapapun bisa dikorbankan,” tuturnya.

Baca Juga :  MK Tegaskan Tak Berwenang Diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dari Jabatan Wapres

Menurut Haunan, meskipun Anies punya modal suara cukup banyak bekas dari Pilpres 2024 lalu, akan namun masih ada hampir 60 persen masyarakat di Jakarta yang tak memilihnya. Hitung-hitungan itu yang membuat banyak parpol berani melepas sosok Anies.

“Pragmatisme ini yang menyebabkan terjadinya disfungsi parpol, karena undang-undang pemilu kan menentukan suara terbanyak kandidat, bukan seberapa banyak partisipasi. Itulah bedanya demokrasti prosedural, yang penting ada pemilu,” pungkasnya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB