Ketergantungan Bensin dan Listrik dari Tawau di Pulau Sebatik, Nunukan: Tantangan Keberadaan IKN!

- Jurnalis

Senin, 12 Agustus 2024 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto listrik dan bensin. [Ist]

Kolase foto listrik dan bensin. [Ist]

1TULAH.COM-Pulau Sebatik, sebuah pulau yang membentang di perbatasan Indonesia-Malaysia, menyimpan cerita unik tentang ketergantungan energi. Meski berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagian besar masyarakat di pulau ini, terutama nelayan dan pembudidaya rumput laut di Mansapa, Nunukan Selatan, masih mengandalkan pasokan bensin dan listrik dari Tawau, Malaysia.

Pembangunan IKN Nusantara dapat menjadi katalisator percepatan pengembangan energi terbarukan di wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik. Potensi energi surya dan angin yang melimpah di pulau ini belum tergarap secara maksimal.

Dengan memanfaatkan momentum IKN, Indonesia dapat mewujudkan kemandirian energi dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terluar.

Kenapa Memilih Tawau?

Beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat Pulau Sebatik lebih memilih membeli bensin dan listrik dari Tawau adalah:

  • Aksesibilitas: Jarak antara Pulau Sebatik dengan Tawau relatif dekat, sehingga memudahkan masyarakat untuk membeli kebutuhan energi.
  • Harga: Terkadang, harga bensin dan listrik di Tawau lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di wilayah Indonesia.
  • Kualitas: Beberapa masyarakat beranggapan bahwa kualitas bahan bakar dari Tawau lebih baik.
Baca Juga :  Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Dampak Ketergantungan Energi dari Luar Negeri

Ketergantungan energi dari negara lain membawa sejumlah dampak, antara lain:

  • Kerentanan terhadap fluktuasi harga: Perubahan harga energi di Malaysia dapat berdampak langsung pada perekonomian masyarakat Pulau Sebatik.
  • Keterbatasan pengembangan energi lokal: Ketergantungan pada energi impor cenderung menghambat pengembangan potensi energi lokal seperti energi surya dan angin yang melimpah di wilayah tersebut.
  • Ketergantungan ekonomi: Masyarakat menjadi sangat bergantung pada ekonomi Malaysia, sehingga rentan terhadap kebijakan ekonomi negara tetangga.

Potensi Pengembangan Energi Lokal

Melihat kondisi geografis dan potensi alam yang dimiliki, Pulau Sebatik sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan. Beberapa potensi yang bisa dikembangkan antara lain:

  • Energi surya: Intensitas matahari yang tinggi di wilayah ini sangat mendukung pemanfaatan energi surya untuk pembangkit listrik maupun penggunaan panel surya di rumah tangga.
  • Energi angin: Angin laut yang cukup kencang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui turbin angin.
  • Biomassa: Limbah pertanian dan perikanan dapat diolah menjadi bahan bakar biomassa.
Baca Juga :  Dua Hari Membara! Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 10 Hektare, Pemadaman Terhalang Angin Kencang

Solusi dan Rekomendasi

Untuk mengatasi masalah ketergantungan energi dari luar negeri dan mengembangkan potensi energi lokal, beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemerintah:
    • Meningkatkan infrastruktur kelistrikan di Pulau Sebatik.
    • Memberikan insentif bagi masyarakat yang beralih ke energi terbarukan.
    • Memfasilitasi pengembangan industri energi terbarukan di wilayah tersebut.
  • Swasta:
    • Investasi dalam proyek energi terbarukan di Pulau Sebatik.
    • Kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan solusi energi yang berkelanjutan.
  • Masyarakat:
    • Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya energi terbarukan.
    • Berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah yang berkaitan dengan energi.

Ketergantungan masyarakat Pulau Sebatik pada energi dari Tawau merupakan tantangan yang harus segera diatasi. Pengembangan energi lokal tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada energi impor, tetapi juga akan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik
Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran
Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas
Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026
Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour
Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah
Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?
Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Ancaman di Balik Energi Terbarukan: Mengapa PSN Berlabel Hijau Memicu Konflik Agraria?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Pemerintah Siapkan Pembatasan Pertalite untuk Orang Kaya, Targetkan Kuartil 9 dan 10

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:29 WIB

DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru