Donald Trump Bakal Tutup Google, Ada Apa?

- Jurnalis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Reuters]

Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Reuters]

 

1TULAH.COM – Donald Trump baru-baru ini memberikan peringatan terhadap mesin pencari Google dalam sebuah wawancara dengan Fox News, di mana ia menuduh Google tidak bertanggung jawab dan terancam ditutup.

Kemarahan Trump disebabkan oleh laporan yang menyebut Google menyensor berita dan foto terkait dirinya, yang mencalonkan diri sebagai presiden AS dari Republik.

Trump mengklaim bahwa sangat sulit menemukan foto dan jejak digital dirinya di Google, terutama terkait upaya pembunuhan yang gagal atas dirinya pada 13 Juli lalu.

Namun, tuduhan ini dibantah oleh Google, yang menjelaskan bahwa tidak ada penyensoran yang terjadi.

Google menyatakan bahwa fitur Autocomplete mereka, yang memprediksi pertanyaan untuk menghemat waktu pengguna, mungkin tidak memberikan prediksi untuk pertanyaan tentang upaya pembunuhan terhadap Trump karena kebijakan pemerintah terkait kekerasan politik.

Google mengakui adanya isu dengan fitur Autocomplete yang tidak memberikan prediksi terkait upaya pembunuhan Trump, tetapi mereka telah memperbaikinya.

Selain itu, Google juga merespons laporan mengenai prediksi yang tidak relevan terkait kata kunci ‘President Donald’, yang disebabkan oleh bug yang juga berdampak pada pencarian beberapa mantan presiden lain.

Google menjelaskan bahwa pencarian untuk kata kunci ‘Donald Trump’ kadang-kadang memunculkan berita terkait Kamala Harris, karena banyak artikel yang membahas keduanya secara bersamaan.

Mereka menekankan bahwa meskipun sistem algoritma mereka bekerja dengan baik secara keseluruhan, terkadang terjadi eror yang disebabkan oleh bug.

Google berkomitmen untuk terus meningkatkan sistemnya dan memperbaiki setiap masalah yang terjadi.

Trump menegaskan bahwa Kongres mungkin tidak akan mentolerir tindakan Google, dan menyarankan agar Google berhati-hati dalam tindakannya.

Tuduhan ini menambah ketegangan antara Trump dan platform teknologi besar, yang sering dia kritik selama masa kepresidenannya.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem, Gelombang Panas AS Tekan Jaringan Listrik dan Transportas
Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan
Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C
Banjir Kritik! Jet Pribadi Presiden FIFA Terbangkan 516 Ton Emisi Karbon di Piala Dunia 2026
Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!
Selat Hormuz Diblokade Lagi, Pertemuan Damai JD Vance dan Iran di Swiss Tegang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:44 WIB

Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem, Gelombang Panas AS Tekan Jaringan Listrik dan Transportas

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:38 WIB

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C

Senin, 29 Juni 2026 - 06:14 WIB

Banjir Kritik! Jet Pribadi Presiden FIFA Terbangkan 516 Ton Emisi Karbon di Piala Dunia 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:33 WIB

Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Selat Hormuz Diblokade Lagi, Pertemuan Damai JD Vance dan Iran di Swiss Tegang

Berita Terbaru