Israel Akan Habisi Kelompok Hizbullah Lebanon, 12 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Serangan Roket

- Jurnalis

Senin, 29 Juli 2024 - 05:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perang di Israel (foto: Antara)

Ilustrasi Perang di Israel (foto: Antara)

1TULAH.COM – Serangan roket dari militer Israel ke lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan mengakibatkan 12 anak-anak dan remaja tewas.

Padahal, serangan roket mematikan di wilayah yang diduduki Israel itu kini menimbulkan kekhawatiran kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran.

Padahal, dalam perang skala penuh sesuatu yang sebelumnya sudah kelompok Hizbullah Lebanon indikasikan ingin hindari, tetapi sebenarnya mereka telah melakukannya.

Namun, hal itu dibantah Hizbullah, mereka bertanggung jawab atas serangan terhadap Majdal Shams, serangan paling mematikan di Israel atau wilayah yang dianeksasi Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang di Gaza.

Sebagai informasi, Hizbullah mulai baku tembak dengan Israel pada 8 Oktober, sehari usai kelompok Palestina Hamas menyerang komunitas di Israel selatan dan memicu perang Gaza dilansir dari media NDTV.

Hizbullah, sekutu Hamas, menyebutkan serangannya bertujuan untuk mendukung warga Palestina yang berada di bawah pemboman Israel di Gaza.

Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Perang Gaza sudah menarik kelompok yang didukung Iran di seluruh wilayah. Hizbullah secara luas dianggap sebagai anggota paling kuat dari jaringan yang didukung Iran, yang dikenal sebagai Poros Perlawanan.

Hizbullah sudah berulang kali mengatakan jika mereka tak akan menghentikan serangannya terhadap Israel kecuali gencatan senjata di Gaza diberlakukan.

Walau terkait dengan Gaza, konflik ini memiliki dinamika tersendiri.

Israel dan Hizbullah sudah terlibat banyak perang. Yang terakhir terjadi pada tahun 2006. Israel telah lama memandang Hizbullah sebagai ancaman terbesar di perbatasannya dan sangat khawatir dengan bertambahnya persenjataan mereka, dan pijakan yang mereka bangun di Suriah.

Ideologi Hizbullah sebagian besar ditentukan oleh konflik dengan Israel. Kelompok ini didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada tahun 1982 untuk melawan pasukan Israel yang menginvasi Lebanon pada tahun tersebut, dan mengobarkan perang gerilya selama bertahun-tahun yang menyebabkan Israel menarik diri dari Lebanon selatan pada tahun 2000.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Hizbullah menganggap Israel sebagai negara tidak sah yang didirikan di tanah Palestina yang diduduki serta ingin menghilangkannya.

Konflik yang terjadi kini telah menimbulkan dampak buruk bagi kedua belah pihak.

Puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di kedua sisi perbatasan. Serangan udara Israel sduah menghantam daerah tempat Hizbullah beroperasi di Lebanon selatan dan menghantam Lembah Bekaa dekat perbatasan Suriah.

Israel juga kadang-kadang melakukan serangan di tempat lain, terutama membunuh seorang komandan senior Hamas di Beirut pada 2 Januari.

Serangan Israel sudah menewaskan sekitar 350 pejuang Hizbullah di Lebanon dan lebih dari 100 warga sipil, termasuk petugas medis, anak-anak dan jurnalis, menurut sumber keamanan dan medis dan penghitungan Reuters mengenai pemberitahuan kematian yang dikeluarkan oleh Hizbullah.

 

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN
Fenomena Antariksa Langka, Lubang Hitam ‘Piatu’ Terdeteksi Memangsa Bintang
Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan
Krisis Migran Ceuta: Dari Masalah Kemanusiaan Hingga Catur Geopolitik Spanyol, Maroko, dan Israel
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Fenomena Antariksa Langka, Lubang Hitam ‘Piatu’ Terdeteksi Memangsa Bintang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:28 WIB

Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Krisis Migran Ceuta: Dari Masalah Kemanusiaan Hingga Catur Geopolitik Spanyol, Maroko, dan Israel

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB