Juragan Kapal Fery Ungkap Sebelum Tenggelam di Sungai Barito Adiknya Sempat Sholat Magrib

- Jurnalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andiman (kakak korban) pakai jaket saat menceritakan kronologis adiknya. Inzet foto, Muhammad SIbawai, semasa hidup.Foto.Deni/Andiman,

Andiman (kakak korban) pakai jaket saat menceritakan kronologis adiknya. Inzet foto, Muhammad SIbawai, semasa hidup.Foto.Deni/Andiman,

1TULAH.COM, Muara Teweh- Korban meninggal dunia tragedi kapal ferry karam di perairan DAS Barito, Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, meninggalkan duka mendalam bagi warga, khususnya pihak keluarga.

Sang kakak, juragan kapal Andiman bercerita kepada media ini, peristiwa sebelum tragedi terjadi.

“Muhammad Sibawai alias Seba (27) adalah adik saya. Ia bukan kerja di kapal fery ini. Sebenarnya ia tengah ambil cuti di perusahaan tempatnya bekerja di PT BRB. Kebetulan ambil cuti, dia bantu-bantu saya di kapal fery penyebrangan,” katra Andiman kepada wartawan di RSUD Muara Teweh, Selasa 9 Juli 2024.

Menurut Andiman, setiap cuti dari pekerjaannya adiknya (korban) selalu tingal di rumahnya di Desa Bintang Ninggi II. Kalau orang tuanya tingal di Desa Batu Raya.

Ia juga menceritakan peristiwa sebelum nahas terjadi.

Baca Juga :  Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

Minggu petang, 7 Juli 2024. hujan mengguyur Desa Bintang Ninggi II. Aktifitas penyebrangan belum berjalan. Malah adiknya, Muhammad Sibawai alis Seba (korban tenggelam) ketika masuk masuk waktu magrib ia sholat.

“Adik saya memang tidak biasa meninggalkan perintah sholat. usai sholat kami lanjut melakukan aktifitas penyebrangan. Dan ternyata terjadi nahas, fery kami ada kebocoran kapal tenggelma dan adik saya hilang, baru hari ini diketemukan,” kata Andiman terbata.

Ia sampai-sampai tidak bisa menceritakan lanjut peristiwa nahas menimpa  mereka Minggu malam lalu.

“Saya pun sampai tidak tahu kejadian di kala fery, sebab saya berada di dalam kelotok sebagai penarik kapal fery. Itu pun jika tidak diberitahu penumpang lain, kemungkinan saya terjepit di dalam kelotok,” ungkap Andiman.

Sementara Rosdianor menuturkan, korban ditemukan sekira 300 meter dari TKP diduga korban tenggelam. saat ditemukan, korban masih mengenakan celana panjang levis dan baju. “Sebenarnya dia pakai jaket tapi mungkin sudah bisa dilepas. Kalau cerita dari kakanya, korban bisa berenang,” timpal Rosdianor.

Baca Juga :  APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Ditambahakn Rosdianor, sebelumnya warga juga berhasil mengevakuasi satu unit mobil Hilux milik salah perusahaan tambang.

“Masih ada satu unit mobil dan dua sepeda motor lagi yang belum sempat dievakuasi,” tutup Roadianor.

Seperti diberitakan,kecelakaan di Sungai Barito kembali terjadi. Kapal Fery Penyebrangan di Desa Bintang Ninggi II Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, dilaporkan karam. Peristiwanya terjadi Minggu 7 Juli 2024, sekira pukul 18.30 WIB malam.

Peristiwa nahas itu dilaporkan satu ABK dilaporkan hilang, dan ternyata korbannya adalah Muhammad Subawai alis Seba(27) yang baru diketemukan setelah dua hari pencarian.(*)

Penulis : Deni Hariadi

Berita Terkait

Asap Karhutla Pekat, Jarak Pandang di Muara Teweh Diperkirakan 30 Meter
Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU
Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan
Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla
APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga
PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta
Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus
Pemkab Barut Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:06 WIB

Asap Karhutla Pekat, Jarak Pandang di Muara Teweh Diperkirakan 30 Meter

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIB

Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

Kamis, 17 September 2026 - 15:59 WIB

Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan

Rabu, 16 September 2026 - 00:15 WIB

Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:12 WIB

APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Kamis, 10 September 2026 - 18:09 WIB

PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

Jumat, 4 September 2026 - 17:17 WIB

Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus

Jumat, 4 September 2026 - 17:15 WIB

Pemkab Barut Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru