Tak Hanya Pemakai, Saksi Sebut Ammar Zoni Juga Pemodal Peredaran Sabu 100 Gram

- Jurnalis

Rabu, 3 Juli 2024 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesinetron Ammar Zoni menjalani sidang kasus narkotika yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (sumber: suara.com)

Pesinetron Ammar Zoni menjalani sidang kasus narkotika yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Pesinetron Ammar Zoni tengah menjalani sidang kasus narkotika yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Adapun agendanya yakni pemeriksaan saksi mahkota yang juga merupakan seorang terdakwa, Akri.

Dalam persidangan itu terungkap jika Ammar Zoni bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pemodal peredaran narkotika jenis sabu.

Akri menyebutkan Ammar Zoni sempat memberikan uang senilai Rp 50 juta untuk membeli sabu seberat 100 gram.

Pembelian tersebut atas usul Akri. Ketika itu, Ia menyarankan Ammar Zoni untuk membeli sabu dalam partai besar.

Selain bisa mendapatkan konsumsi untuk pakai, ia juga mendapatkan untung dari hasil mengecer sabu itu.

“Dari pada beli terus, mending beli yang besar sekalian, biar pakai uang kembali, pakainya gratis,” kata Akri dalam kesaksiannya lewat tayangan zoom yang dihubungkan ke Ruang Sidang Pengadilan Jakarta Barat, Selasa (2/7/2024).

“Ide saya. Ya dia (Ammar Zoni) oke saja,” lanjut Akri.

Memdapat persetujuan untuk memulai bisnis haram, Akri lalu mencari bandar yang dapat memberikannya sabu seberat 100 gram itu.

Baca Juga :  SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Akri kemudian mendapatkan seorang bandar bernama Fajar di wilayah Bekasi. Usai merasa sudah mendapatkan pesanannya, Akri pun meminta Ammar Zoni untuk mentransfer uang sebesar Rp 50 juta untuk membeli sabu tersebut.

Setelah menerima uang transferan dari Ammar Zoni, Akri lalu mentransfernya kembali kepada Fajar.

Usai mendapat sabu, Akri kemudian menyerahkan ke Ammar Zoni untuk dikonsumsinya. Sedangkan 95 gram sisanya diberikan kepada seseorang bernama Yonki yang sampai saat ini masih DPO untuk diedarkan.

Dalam bisnis haram ini, Akri menjanjika Ammar Zoni mendapatkan keuntungan Rp 5 juta.

Namun belum sampai mendapatkan untung, Ammar Zoni dan Akri sudah keburu dijerat polisi.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kahreza M Taezar menyebutkan pertemuan antara Ammar Zoni dan Akri terjadi ketika di Lapas Cipinang. Keduanya saat itu berstatus sebagai warga binaan.

Usai menghirup udara bebas, keduanya membicarakan bisnis haram. Pembicaraan itu berlangsung di apartemen milik Ammar Zoni, sepekan sebelum Ammar Zoni ditangkap pada 12 Desember 2023.

Dalam bisnis itu, Akri menjanjikan kepada Ammar Zoni mendapatkan keuntungan Rp5 juta.

Baca Juga :  Sule Diduga Jadi Sosok Host Senior yang Lempar Naskah ke Muka Tim Kreatif Ini Talkshow, Ini Pemicunya

“Dijanjiin uang Rp5 juta dalam waktu 3 hari. Ternyata dalam waktu 3 hari lebih gak balik. Yang balik Rp5 juta sama Rp12 juta. Kemudian yang dikasih cash Rp5 juta. Jadi totalnya Rp22 juta,” kata Kahreza, usai persidangan, Selasa.

“Terkait transfer dan pemberian uang cash keterangan terhadap Akri sesuai dengan apa yang ada di chat WA antara terdakwa Ammar Zoni dan terdakwa Akri,” tambahnya.

Walau sudah terungkap jika dirinya terlibat sebagai pemodal sabu yang akan diedarkan melalui orang lain, Ammar Zoni masih berkelit.

Dalam persidangan, Ammar menyangkal jika uang Rp50 juta untuk bisnis narkotika sabu.

Ammar Zoni mengatakan jika uang Rp50 juta diberikan kepada Akri yang meminjam untuk modal usaha.

Dalam kasus ini, JPU menuntut terdakwa Ammar Zoni dan terdakwa Akri dengan Pasal 114 Ayat (1) tentang narkotika.

Ammar Zoni sebelumnya ditangkap polisi atas tindak pidana penyalahgunaan natkotika oleh Polres Metro Jakarta Barat, pada Desember 2023 silam. Total, Ammar sudah terjerat kasus serupa sebanyak 3 kali.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Berita Terbaru