1TULAH.COM – Resistensi terhadap leptin adalah ketika tubuh menjadi kurang responsif terhadap hormon leptin yang dihasilkan oleh sel lemak. Leptin berfungsi mengatur nafsu makan dan memberi sinyal kenyang kepada otak. Ketika seseorang mengalami resistensi terhadap leptin, otak tidak merespons leptin secara efektif, sehingga menyebabkan kecenderungan untuk merasa lapar dan makan berlebihan meskipun cadangan lemak tubuh sudah mencukupi.
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan resistensi terhadap leptin, seperti peradangan di hipotalamus yang mengatur nafsu makan, tingginya kadar asam lemak bebas dalam darah, dan peningkatan kadar leptin dalam tubuh. Semua faktor ini umumnya meningkat pada individu yang mengalami obesitas.
Untuk mengurangi risiko resistensi terhadap leptin dan obesitas, ada beberapa langkah yang bisa diambil, seperti menghindari makanan olahan, meningkatkan asupan serat larut, rutin berolahraga, mendapatkan istirahat yang cukup, mengurangi asupan karbohidrat untuk menurunkan kadar trigliserida, dan meningkatkan konsumsi makanan yang kaya protein.
Dengan memahami peran hormon leptin dan langkah-langkah pencegahannya, seseorang dapat mengambil tindakan untuk memelihara kesehatan dan mengurangi risiko obesitas.
Penulis : Laili R





![Sherina Munaf ceritakan pengalaman ikut bantu padamkan karhutla di Kalteng [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/serina-karhutla-360x200.jpg)





![ILUSTRASI: Sejumlah calon penumpang pesawat beraktivitas di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. [Antara/Azmi Samsul Maarif]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/krakatau-bandara-225x129.jpg)












![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

