Senasib Dengan Semarang dan Palu, Sumedang Dilintasi Sesar Aktif

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesar Sumedang yang memicu gempa Sumedang pada 31 Desember 2023. (sumber: suara.com)

Sesar Sumedang yang memicu gempa Sumedang pada 31 Desember 2023. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Daryono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG mengatakan jika Sumedang, Jawa Barat mempunyai nasib yang sama seperti beberapa kota di Indonesia yang aktif dilintasi oleh sesar aktif.

Sebelumnya diberitakan, BMKG telah menemukan sesar aktif yang melintasi Kota Sumedang dan memincu gempa merusak pada akhir tahun lalu, 31 Desember 2023. Kemudian, sesar aktif tersebut diberi nama Sesar Sumedang.

“Gempa Sumedang menjadi human interest terkait nama sesar pembangkit gempa. Data hiposenter gempa BMKG terelokasi menunjukkan kluster seismisitas cenderung berarah Utara-Selatan, melintasi Kota Sumedang,” kata Daryono dalam sebuah webinar di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Menurut Daryono, Sumedang mirip dengan beberapa kota yang dilalui jalur sesar aktif seperti Palu dengan Sesar Palu-Koro; Sorong dengan Sesar Sorong; Aceh dengan Sesar Aceh; Gorontalo dengan Sesar Gorontalo; Semarang dengan Sesar Semarang; dan Lembang dengan Sesar Lembang.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

“Nama sesar aktif merujuk nama tempat yang berisiko sehingga akan memberikan muatan pesan kesiapsiagaan dan edukasi mitigasi gempa bumi bagi masyarakat setempat,” kata Daryono.

Ia juga menerangkan gempa Sumedang yang terjadii pada akhir tahun 2023 itu diduga merupakan perulangan gempa pada 14 Agustus 1955 silam.

“Jangan melupakan sejarah, dalam seismologi kita mengenal konsep return period atau periode ulang gempa, bahwa gempa yang pernah terjadi di suatu tempat, satu saat akan terjadi lagi,” ujar dia.

Daryono menambahkan, jika gempa Sumedang memberi pesan agar orang-orang dapat mempelajari sejarah gempa masa lalu di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

“Bisa jadi suatu saat gempa akan terjadi lagi menghampiri tempat yang kita anggap aman karena ketidaktahuan akan sejarah gempa merusak masa lalu,” tuturnya.

Ia mengatakan, periode ulang gempa juga memberikan pesan jika pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi yang mungkin akan kembali terulang di masa mendatang.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG ini mengemukakan gempa Sumedang dipicu aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. Gempa ini mirip dengan Solok M 5,3 (2019) , gempa Ambon M6,5 (2019), gempa Laut Flores M7,4 (2021), gempa Ampana Sulawesi Tengah M6,5 (2021) dan Gempa Cianjur M5,6 (2022).

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru