Kumpulan Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak yang Lucu dan Unik Untuk Meriahkan HUT ke-78 RI

- Jurnalis

Senin, 7 Agustus 2023 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ide lomba 17 Agustus untuk anak-anak. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi ide lomba 17 Agustus untuk anak-anak. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Setiap memasuki bulan Agustus, masyarakat Indonesia biasanya akan mengadakan lomba-lomba untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang puncaknya akan dirayakan 17 Agustus.

Lomba-lomba ini biasanya diadakan di tingkat RT, RW, desa, sekolah, kecamatan hingga di kantor, baik anak-anak dan dewasa bisa mengikutinya.

Tidak diketahui pasti siapa yang menginisiasi lomba tiap bulan Agustus.

Namun setiap permainan konon memiliki makna yang erat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kali ini, mari bahas ide lomba 17 Agustus untuk anak-anak yang bisa Anda coba gunakan.

Seperti nama dan peruntukannya, ide lomba 17 Agustus untuk anak-anak ini tentu mempertimbangkan tinggi tubuh ideal anak-anak sehingga bisa tetap dilakukan oleh semua anak.

Pertimbangan utama adalah usia, karena usialah yang jadi tolak ukur apakah seseorang masih anak-anak atau sudah remaja.

Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-Anak

1. Estafet Kelereng

Menjadi perkembangan dari lomba lari kelereng, kali ini lomba dilakukan secara bersambung.

Baca Juga :  Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Dari satu peserta ke peserta berikutnya kelereng terus diberikan menggunakan sendok, hingga ke bagian paling akhir.

Kelompok yang paling cepat akan menjadi pemenangnya.

Agar menarik, Anda dapat menggunakan berbagai macam sendok yang ada sehingga tingkat kesulitannya bertambah.

Pastikan semua menggunakan rangkaian sendok yang sama, sehingga lomba terasa adil.

2. Balap Karung Jongkok

Mungkin ide ini bisa dengan mudah ditemukan berkat banyaknya video di media sosial mengenai lomba menarik tersebut.

Pada dasarnya masih menggunakan karung untuk balapan mencapai garis akhir, hanya saja peserta benar-benar masuk ke dalam karung dalam posisi jongkok.

Lomba tidak hanya bisa dilakukan dengan melompat ke depan saja, tapi juga bisa berguling, lari jinjit, dan sebagainya sesuai dengan strategi peserta.

Pastikan mulut karung mencapai bagian atas pundak peserta sehingga mereka benar-benar dalam posisi jongkok saat berlomba mencapai garis akhir.

3. Lomba Sepeda Lambat

Alih-alih berusaha adu cepat mencapai garis akhir, Anda dapat mengadakan lomba sepeda lambat untuk anak-anak.

Baca Juga :  Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Tapi dengan catatan, lomba ini hanya menyediakan sepeda roda dua saja untuk setiap pesertanya.

Jadi setiap peserta wajib bisa bersepeda untuk turut dalam lomba ini.

Setiap peserta dapat diberikan kesempatan 1 hingga 3 kali untuk menurunkan kakinya.

Setelah itu peserta yang menurunkan kaki saat bersepeda lambat dianggap kalah.

Pemenangnya adalah peserta yang mendapatkan jarak terpendek dalam waktu yang ditentukan.

4. Oper Sarung

Permainan ini juga dapat dilakukan menggunakan hula-hoop dan memiliki dasar yang sama.

Setiap rangkaian tim akan berdiri bersebelahan dengan tangan bergandengan, kemudian berusaha memindahkan sarung dari peserta pertama hingga ke akhir, tanpa memegang sarung tersebut.

Sarung kemudian digerakkan dengan berbagai cara agar bisa terus berpindah dari satu orang ke orang lain, dan tanpa melepaskan pegangan tangan.

Itu tadi setidaknya empat ide lomba 17 Agustus untuk anak-anak yang bisa menjadi inspirasi, semoga berguna!

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Berita Terbaru