Perubahan Iklim dan Bencana Iklim, Ancaman Serius bagi Kehidupan di Muka Bumi

- Jurnalis

Senin, 17 April 2023 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Protest Climate Change (unsplash.com/Markus Spiske)

Protest Climate Change (unsplash.com/Markus Spiske)

1TULAH.COM-Perubahan iklim dan bencana iklim merupakan dua isu yang sangat penting dalam keberlangsungan umat makhluk di muka bumi.

Kedua istilah tersebut berbeda dari proses terjadinya. Di mana perubahan iklim terjadi sebagai dampak dari perilaku manusia yang tidak bijak dalam pengelolaan energi, sedangkan bencana iklim merupakan dampak dari ketidakbijakan manusia dalam mengelola sumber daya alamnya.

Perubahan iklim maupun bencana iklim menjadi isu global yang sangat penting dan menjadi perhatian utama bagi seluruh negara di dunia. Hal ini terjadi karena perubahan iklim, menyebabkan dampak lingkungan dan sosial yang sangat serius, dan dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia di bumi.

Konflik lingkungan perubahan iklim terjadi akibat aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca yang meningkatkan suhu bumi.

Menurut para ilmuwan, bumi dapat bertahan hidup dalam kondisi perubahan iklim selama beberapa ratus tahun lagi. Namun, jika tidak ada tindakan nyata, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dampak perubahan iklim dapat menjadi semakin parah dan mengancam keberlangsungan hidup manusia dan hewan di masa depan.

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Oleh karena itu, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim perlu dilakukan sejak sekarang.

Perubahan iklim menyebabkan dampak yang sangat serius bagi kehidupan manusia di bumi. Dampak perubahan iklim termasuk bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem, serta kerusakan ekosistem dan hilangnya spesies. Dampak tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan hewan di bumi.

Salah satu dampak yang paling signifikan dari perubahan iklim adalah naiknya permukaan laut. Hal ini disebabkan oleh pencairan es di Kutub Utara dan Selatan.

Jika suhu bumi terus meningkat, maka kemungkinan besar permukaan laut akan terus naik dan menyebabkan kerusakan pada wilayah pesisir dan kota-kota besar di dunia.

Berdasarkan studi dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu bumi diperkirakan akan naik sekitar 1,5 derajat Celsius di atas level praindustri pada tahun 2040, dan mencapai 2 derajat Celsius pada tahun 2050. Hal ini akan menyebabkan perubahan signifikan dalam pola cuaca dan curah hujan di seluruh dunia, serta memperburuk bencana alam yang terjadi.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Tentu saja, dampak dari perubahan iklim dapat dicegah dengan melakukan upaya mitigasi dan adaptasi. Upaya mitigasi mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, penggunaan sumber energi terbarukan seperti energi surya dan angin, dan melakukan kampanye kesadaran publik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Sementara itu, upaya adaptasi meliputi peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam dan perubahan cuaca ekstrem, serta pengembangan teknologi untuk memperkuat infrastruktur yang tahan bencana.

Dalam mengatasi konflik lingkungan perubahan iklim, semua pihak harus bekerja sama dan bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan ini. Mulai dari pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan semua elemen yang ada di masyarakat harus melakukan tindakan nyata untuk menjaga lingkungan hidup. Hal ini dilakukan agar bumi dapat tetap bertahan hidup, beserta makhluk hidup didalamnya. (Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Berita Terbaru