Legislator ini Minta Perda yang Sudah Tidak Efektif Diajukan Revisi

- Jurnalis

Rabu, 29 Maret 2023 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuwu Senilawati anggota DPRD Kalteng.Foto.dok.1tulah.com

Kuwu Senilawati anggota DPRD Kalteng.Foto.dok.1tulah.com

1TULAH.COM, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati menyarankan kepada Pemprov Kalteng supaya dapat mengajukan perda yang sudah tidak efektif agar bisa direvisi atau diperbaharui.

Ia mengatakan, pada dasarnya ada dua kategori perda yang ada yakni perda usulan pemda dan inisiatif dewan. Pemda dapat mengajukan perda dalam bentuk revisi apabila memang perda tersebut sudah tidak efektif dengan situasi maupun kondisi sekarang.

“Saya rasa banyak perda yang sudah tidak efektif dengan kondisi sekarang ini, jadi itu bisa diajukan untuk direvisi agar nanti menyesuaikan. Karena memang banyak faktor yang membuat sebuah perda tifak efektif lagi,” katanya, Rabu, 29 Maret 2023.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam

Adapun diantara faktor tersebut yakni undang-undang (UU) atau peraturan pemerintah (PP) yang menjadi acuan perda sudah tidak efektif atau berubah. Oleh karenanya, agar perda bisa berjalan efektif harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan.

“Kita contohkan saja seperti tata tertib dewan yang harus diperbaharui selama kurun waktu 2,5 tahun, kenapa seperti itu sebab memang harus ada penyesuaian dengan kondisi saat ini, sama halnya dengan perda. Jadi, supaya efektif kembali harus disesuaikan dengan kebutuhan sekarang ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Posko Operasi Ketupat Telabang 2024 Siaga 24 Jam, Ketua DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Dirinya mengharapkan kepada seluruh stakeholder terutama di pemda khususnya Pemprov Kalteng jika merasa ada sebuah perda yang sudah tidak efektif lagi supaya dapat segera mengajukan revisi untuk dibahas bersama dengan DPRD Kalteng atau perda itu bisa juga dicabut.

“Karena percuma saja jika perda sudah tidak efektif, semuanya akan sia-sia tidak bisa juga berjalan sesuai dengan kebutuhan, sehingga apabila ada merasa perda yang sudah tidak efektif segera ajukan revisi atau kapan perlu dicabut untuk kemudian dilakukan perubahan,” imbuhnya.(Ingkit)

Berita Terkait

Legislator Barsel ini Minta Raperda STOK Perlu Dibahas Lebih Lanjut
Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam
Legislator ini Desak Pemkab Barut Perbaiki Jalan Lahei, Warga Sebut Sudah ada Korban
Realisasi PAD Kalteng 2023 Lampaui Target, Waket II DPRD Dorong Pemprov Kalteng Terus Gali Potensi
Posko Operasi Ketupat Telabang 2024 Siaga 24 Jam, Ketua DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Pesan Idul Fitri 1445H, Ketua DPRD Bartim: Jaga Toleransi Dalam Berkebangsaan
Tidak Sakadar Pesta Kemenangan, Ini Makna Idul Fitri Bagi Legislator Kalteng Dapil Barito
Tidak Dapat THR, Pegawai Non ASN Setda DPRD Kalteng Diberi Tali Asih

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 08:30 WIB

Legislator Barsel ini Minta Raperda STOK Perlu Dibahas Lebih Lanjut

Selasa, 16 April 2024 - 06:00 WIB

Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam

Senin, 15 April 2024 - 09:48 WIB

Legislator ini Desak Pemkab Barut Perbaiki Jalan Lahei, Warga Sebut Sudah ada Korban

Minggu, 14 April 2024 - 16:44 WIB

Realisasi PAD Kalteng 2023 Lampaui Target, Waket II DPRD Dorong Pemprov Kalteng Terus Gali Potensi

Sabtu, 13 April 2024 - 07:32 WIB

Posko Operasi Ketupat Telabang 2024 Siaga 24 Jam, Ketua DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Jumat, 12 April 2024 - 07:24 WIB

Pesan Idul Fitri 1445H, Ketua DPRD Bartim: Jaga Toleransi Dalam Berkebangsaan

Kamis, 11 April 2024 - 10:20 WIB

Tidak Sakadar Pesta Kemenangan, Ini Makna Idul Fitri Bagi Legislator Kalteng Dapil Barito

Senin, 8 April 2024 - 16:32 WIB

Tidak Dapat THR, Pegawai Non ASN Setda DPRD Kalteng Diberi Tali Asih

Berita Terbaru

Ilustrasi puasa syawal (sumber: suara.com)

Khazanah

Ingin Puasa Syawal Enam Hari Tapi Tak Berurutan, Bolehkah?

Selasa, 16 Apr 2024 - 17:15 WIB