Gubernur Bali dan Jawa Tengah Sampaikan Penolakan Kehadiran Timnas Israel di Indonesia, Bukan Lantaran Alasan Sentimen Agama lho!

- Jurnalis

Minggu, 26 Maret 2023 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan umat Muslim turun ke jalan untuk memprotes partisipasi tim Israel di Piala Dunia FIFA U20 di Indonesia, Jakarta, 20 Maret 2023. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)

Ratusan umat Muslim turun ke jalan untuk memprotes partisipasi tim Israel di Piala Dunia FIFA U20 di Indonesia, Jakarta, 20 Maret 2023. (Foto: AP/Achmad Ibrahim)

1TULAH.COM-Penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia U-20 pada bulan Mei 2023, tidak hanya datang dari kalangan aktivis muslim yang peduli dengan Palestina.

Penolakan juga datang dari dua Gubernur yakni Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di mana Bali dan Jawa Tengah merupakan dua dari enam tempat penyelenggaraan Piala U-20 di Indonesia.

Berbeda halnya dengan motivasi penolakan aktivis muslim yang lebih didorong rasa persaudaraan seaqidah, penolakan I Wayan Koster dan Ganjar Pranowo, bukan lantaran sentimen agama, melainkan lebih kepada prinsip dasar dalam UUD 1945.

Dalam hal ini Soekarno selaku salah seorang fouders father bangsa ini tidak mentolerir segala bentuk penjajahan di muka bumi, sebagaimana halnya yang saat ini sedang dilakukan oleh Israel terhadap Negara Palestina. Polemik rencana kedatangan timnas Israel untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia U20 di Indonesia makin memanas. Dua gubernur menolak timnas Israel bermain di wilayah mereka. Sejumlah pakar menyerukan untuk hanya menggunakan kacamata olahraga saja.

Selang sepuluh hari setelah Gubernur Bali I Wayan Koster mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga untuk menolak kedatangan timnas Israel untuk bertanding di Bali dalam kompetisi Piala Dunia U20, Jumat (24/3), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengambil kebijakan serupa.

Alasan kedua gubernur adalah untuk menggarisbawahi dukungan dan komitmen bagi kemerdekaan Palestina.

“Sehingga penyelenggaraan Piala Dunia U20 bisa dilakukan tanpa mengorbankan komitmen panjang kita untuk mewujudkan Palestina merdeka, serta tetap menjaga kedamaian sosial-politik di dalam negeri Indonesia,” demikian petikan pernyataan Ganjar, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga :  Modus Antar Pulang, Pria di Barito Timur Tega Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Sepi

Bali dan Jawa Tengah adalah dua dari enam provinsi yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia sebagai tempat pelaksanaan U20 pada 20 Mei, hingga 11 Juni mendatang. Empat provinsi lainnya adalah DKI Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sementara timnas Israel adalah satu dari lima wakil Eropa yang akan tampil di Piala Dunia U20 tahun 2023 ini. Empat negara lainnya adalah Prancis, Italia, Slovakia dan Inggris.

Selain kedua gubernur ini, sebelumnya Majelis Ulama Indonesia dan beberapa organisasi kemasyarakatan juga telah menyampaikan penolakan yang sama.

Pengamat hubungan internasional di Universitas Indonesia Broto Wardoyo mengakui, rencana kehadiran tim nasional Isrel ke Indonesia akan menjadi isu politis, karena terkait masalah Palestina.

Namun menurutnya sedianya sikap membela Palestina ini dapat dilakukan dengan cara-cara lain yang dampaknya lebih signifikan.

“Jadi urusan kedatangan kontingen Israel ke Indonesia dalam rangka mengikuti pertandingan Piala Dunia U20, sebaiknya diletakkan dalam kerangka tersebut saja. Artinya kalau kita tidak menolak, itu menunjukkan kita tidak mendukung Palestina, nggak juga sebetulnya,” kata Broto.

Broto menilai pihak Palestina sudah memahami bahwa dukungan Indonesia pada mereka tidak pernah diragukan, sebagaimana ditegaskan Duta Besar Palestina Untuk Indonesia Zuhair Al-Shun pekan lalu.

Hal senada disampaikannya kembali ketika bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Dalam keterangannya selepas pertemuan, Al-Shun kembali menyampaikan apresiasinya atas dukungan tak henti Indonesia pada perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan.

Baca Juga :  Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Jika pemerintah kelak menolak kedatangan tim nasional Israel, besar kemungkinan akan dikenai konsekuensi dari FIFA, karena Indonesia yang sudah berkomitmen menerima semua negara peserta Piala Dunia U20 tanpa terkecuali.

Broto menilai polemik kehadiran tim nasional Israel ke Indonesia itu lebih, dikarenakan mulai menghangatnya situasi politik menjelang pilpres pada Februari 2024. Isu Palestina, ujarnya, selalu dipakai sebagai komoditas politik dalam negeri.

Selain kedua gubernur dan sejumlah organisasi kemasyarakatan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga telah secara terang-terangan menolak kedatangan timnas Israel.

Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan, Hamka Haq, mengatakan mengambil langkah itu sesuai prinsip Sukarno, presiden pertama Indonesia.

“Bahwa Bung Karno tidak akan mengakui negara Israel sebelum memerdekakan Palestina. Sampai sekarang prinsip itu dipegang oleh negara kita, termasuk oleh masyarakat luas, khususnya umat Islam. Oleh karena itu, penolakan berdasarkan sejarah kita sendiri, tidak melanggar konstitusi, tidak melanggar prinsip,” ujar Hamka.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir semula enggan mengomentari penolakan dari banyak pihak atas rencana partisipasi tim nasional Israel dalam Piala Dunia U-20.

“Sudah disampaikan beberapa kali, tupoksi PSSI ini mempersiapan tim nasional, mempersiapkan secara teknis daripada penyelenggaraan (Piala Dunia U20). Tentu domain daripada politik luar negeri Indonesia ada di Kemenlu,” ujar Erick.

Menurutnya, hal itu sudah diputuskan dalam rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait pelaksanaan Piala Dunia U20. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 
Lamine Yamal Tegaskan Spanyol Tak Takut saat Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo
Marc Marquez Menang Sprint Race MotoGP Jerman 2026 usai Duel Sengit dengan Sang Adik
Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:29 WIB

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:43 WIB

Lamine Yamal Tegaskan Spanyol Tak Takut saat Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:02 WIB

Marc Marquez Menang Sprint Race MotoGP Jerman 2026 usai Duel Sengit dengan Sang Adik

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:22 WIB

Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Berita Terbaru